Skip to main content

√3 Amalan di bulan Syawal dan 3 peristiwa penting di bulan Syawal


amalan utama di bulan Syawal dan peristiwa penting di bulan Syawal
gambar,  istockphoto. com

√3 Amalan di bulan Syawal dan 3 peristiwa penting di bulan Syawal

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wassholatu wassalamu a'la rosulillah.  Amma ba'du. 
       Sahabat muslim tak terasa bulan Romadhon yang penuh berkah telah kita lalui,  dan sekarang tiba di bulan Syawal.  Semoga segala amal ibadah kita,  puasa,  sholat fardhu,  sholat sunnah tarawih,  zakat,  infaq,  sedekah dan amalan lainnya dapat diterima oleh Allah SWT dan dosa dosa kita diampuni sehingga kita kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan (fitrah). Bulan Syawal adalah bulan kesepuluh didalam penanggalan Hijriyah, yaitu setelah bulan Romadhon dan sebelum bulan Dzulqidah.
Baca juga

Arti kata Syawal

      Syawal artinya naik atau mengangkat,  yang dimaksud adalah naik atau meningkatnya derajat umat Islam setelah satu bulan digembleng dengan puasa menahan lapar dan haus  waktu siang dan malamnya mengurangi waktu tidur karena dipergunakan untuk ibadah sholat sunnah juga sahur.  Sehingga umat Islam lebih meningkat dalam hal ketaqwaan nya kepada Allah SWT dan meningkat rasa kasih sayang nya kepada sesama manusia seperti yang dikerjakan di bulan Romadhon dengan banyak bersedekah dan zakat.

Amalan di bulan Syawal dan keutamaannya

      Bulan Syawal adalah bulan yang istimewa.  Karena itu Rosulullah SAW menganjurkan kepada umat Islam untuk memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah sunnah seperti

1. Puasa Syawal

     Rosulullah SAW semasa hidup bila tiba bulan Syawal beliau melaksanakan puasa sunnah selama enam hari selain tanggal 1 Syawal,  karena tanggal 1 Syawal adalah hari Idul Fitri dan haram hukumnya puasa pada hari tersebut. Tapi bagi muslim yang tidak melaksanakan puasa Romadhon sebulan penuh karena suatu sebab misalnya haid pada wanita maka harus mengqodho puasa terlebih dahulu,  setelah itu baru berpuasa Syawal.

   حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ وَسَعْدِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ صَاحِبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ  
Artinya  : "Telah menceritakan kepada kami An Nufaili, Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Shafwan bin Sulaim serta Sa'd bin Sa'id, dari Umar bin Tsabit Al Anshari, dari Abu Ayyub sahabat nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata: "Barangsiapa yang melakukan puasa pada Bulan Ramadhan kemudian ia ikutkan dengan puasa enam hari pada Bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa satu tahun." (HR. Abu Daud) 

2. Keutamaan silaturahmi di bulan Syawal

      Bagi kita umat Islam di Indonesia sudah menjadi kebiasaan turun temurun bila tiba bulan Syawal berkunjung atau bersilaturahmi kepada tetangga dekat,  keluarga,  tetangga jauh,  sahabat,  guru dan lainnya. Pahala kebajikan bagi orang yang menyambung silaturrohim adalah surga seperti yang disabdakan Rosulullah SAW

 حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْزَمٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا إِنَّهُ مَنْ أُعْطِيَ حَظَّهُ مِنْ الرِّفْقِ فَقَدْ أُعْطِيَ حَظَّهُ مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَصِلَةُ الرَّحِمِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَحُسْنُ الْجِوَارِ يَعْمُرَانِ الدِّيَارَ وَيَزِيدَانِ فِي الْأَعْمَارِ   
Artinya  : "Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad bin Abdil Warits telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihzam dari Abdurrahman bin Al Qasim telah menceritakan kepada kami Al Qasim dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Orang yang diberi bagian dari sifat lemah lembut, maka dia telah diberi bagian dari dunia dan akhirat yang paling baik. Sedang Silaturahmi, berakhlak dan bertetangga dengan baik, keduanya memakmurkan (surga) dan keduanya akan menambah kemakmuran." (HR. Ahmad)

   حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبَرُّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ   
Artinya  : "Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir; Telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah bin Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Haiwah bin Syuraih dari Ibnu Al Hadi dari 'Abdullah bin Dinar dari 'Abdullah bin 'Umar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kebajikan yang utama ialah apabila seseorang melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya." (HR. Muslim) 

Dan bagi orang yang bersilaturahmi  akan dilapangkan rizki oleh Allah SWT.

 3. Mengucapkan takbir

     Pada malam pertama di bulan Syawal yaitu hari Idul Fitri umat Islam di seluruh dunia serempak mengucapkan keagungan dan kebesaran Allah Tuhan Pencipta alam dengan membaca takbir.  Karena itu bulan Syawal juga disebut bulan Takbir.
Kalimat atau bacaan Takbir / takbiran

  ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻛﺒَﺮْ , ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻛﺒَﺮْ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻛﺒَﺮْ ﻻﺍﻟٰﻪَ ﺍِﻻﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻛﺒﺮ , ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻛﺒَﺮُﻭَِﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺤَﻤْﺪ 
Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah. " 

Peristiwa bersejarah di bulan Syawal

     Di bulan Rojab ada peristiwa Isro Mi'raj .Pun pada zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabat banyak terjadi peristiwa besar dalam sejarah perkembangan Islam yang terjadi pada bulan Syawal diantaranya

1. Perang Uhud 

     Peristiwa pertempuean Uhud terjadi pada tanggal 7 Syawal tahun 3 Hijriyah atau  22 Maret 625 Masehi. Nabi Muhammad SAW memimpin 700 orang pasukan muslim untuk menghadapi 3000 orang pasukan kafir quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Awalnya pasukan kafir terdesak oleh pasukan muslim dan nyaris kabur dari pertempuran. Tapi amat disayangkan melihat situasi tersebut sebagian pasukan muslim goyah keimanannya, mereka lebih tertarik untuk mengambil barang barang milik pasukan quraisy daripada mematuhi perintah Rosulullah untuk tetap dalam posisi dan fokus pada pertempuran. Kholid bin Walid yang waktu itu belum masuk Islam melihat situasi tersebut kemudian melakukan serangan balik sehingga bisa mengalahkan pasukan muslim. Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur'an surat Ali Imran ayat 140
Allah SWT berfirman:

  اِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗ ۗ وَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَلِيَـعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ ۙ   
Artinya  : "Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 140) 

2. Rosulullah menikahi Aisyah pada bulan Syawal

     Pada bulan Syawal tahun 2 Hijriyah Rosulullah SAW menikahi Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq Radiyallahu Anhuma.  Seperti dikisahkan dalam hadits sebagai berikut

 حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ و حَدَّثَنَاه ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَمْ يَذْكُرْ فِعْلَ عَائِشَةَ   
Artinya  : "Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb sedangkan lafazhnya dari Zuhair keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Isma'il bin Umayah dari Abdullah bin Urwah dari Urwah dari 'Aisyah dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menikahiku pada bulan Syawal, dan mulai berumah tangga bersamaku pada bulan Syawal, maka tidak ada di antara istri-istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang lebih mendapatkan keberuntungan daripadaku." Perawi berkata; "Oleh karena itu, 'Aisyah sangat senang menikahkan para wanita di bulan Syawal." Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Sufyan dengan isnad seperti ini, namun dia tidak menyebutkan perbuatan 'Aisyah. (HR. Muslim)

  Peristiwa ini sekaligus juga mematahkan kepercayaan orang Arab sebelumnya yang menyatakan bahwa tidak boleh mengadakan acara pernikahan di bulan Syawal karena akan mendapatkan kesialan.

3. Imam Bukhari lahir 

     Namanya adalah Abu Abdillah Muhammad bin IIsmai.  Beliau dilahirkan pada tanggal 13 Syawal tahun 194 Hijriyah. Beliau dilahirkan di lahir di Bukhara salah satu kota di Negara Uzbekistan karena itu beliau mendapat gelar atau sebutan Al-Bukhari yang artinya orang yang berasal dari Bukhara.  Imam Bukhori adalah salah seorang ahli hadits yang telah meriwayatkan banyak hadits. Awalnya beliau menghafal satu juta hadits kemudian menyaring hadits hadits tersebut dengan ketat sehingga hanya hadits hadits shohih lah yang beliautulis dan dirangkum dalam kitab Shahih Bukhari yaitu sekitar 9082 hadits.
        Pada masa kecil beliau memiliki penyakit pada matanya sehingga tidak bisa melihat.  Tapi takdir Allah berkata lain,  karena keshalihan beliau dan kedua orang tuanya Allah mengabulkan do'a mereka yaitu agar Imam Bukhori sembuh dari penyakitnya dan bisa melihat.  Beliau meninggal di kota Khartank di wilayah Samarkand dalam usia 62 tahun. Berkat jasa beliau umat Islam di seluruh dunia dapat mempelajari ajaran-ajaran agama Islam dengan baik berdasarkan Al Qur'an dan hadits hadits Nabi SAW yang telah beliau kumpulkan.  Semoga Allah SWT mengampuni dosa dosa beliau dan melimpahkan keberkahan pada beliau aamiin.
      Demikian sedikit ulasan mengenai bulan Syawal dan peristiwa yang terjadi di dalam nya,  semoga bermanfaat dan semoga kita dapat memetik pelajaran dari sejarah Rosul dan para sahabat agar hidup kita lebih terarah dan bermanfaat.  Minal aidin walfaidzin.  W assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar