--> Skip to main content

cara dan do'a mandi wajib berdasarkan hadits Nabi SAW


cara mandi wajib

Cara dan do'a mandi wajib berdasarkan hadits Nabi SAW

    Janabah artinya bagian bagian. Jadi mandi janabah atau disebut juga mandi junub atau adalah membersihkan semua bagian badan dengan air yang bersih dan suci.
Mengapa harus mandi junub atau mandi wajib  ?
    Manusia diciptakan oleh ALLAH SWT adalah untuk menyembah atau beribadah kepadaNya.

ayat tentang ibadah
Dan salah satu ibadah yang hukumnya Wajib dilakukan oleh orang yang beragama Islam adalah Sholat 5 waktu sehari semalam. Diantara Syarat Sah Sholat adalah suci dari Hadas Kecil dan Hadas Besar. Hadas kecil bisa disucikan dengan melaksanakan Wudhu sesuai syarat sah wudhu dan rukun wudhu. Sedangkan hadas besar disucikan dengan Mandi junub. Jadi mandi junub dilakukan untuk membersihkan diri dari hadas besar agar kita SAH dalam melaksanakan Sholat.

BACA JUGA 

 Dasar hukum Mandi Wajib atau Mandi Junub

    Sumber hukum Islam adalah Al Qur'an dan Hadits Nabi. Seperti disebutkan di
Surat Al Maidah ayat 6

                         ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﺫَﺍ ﻗُﻤْﺘُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻓَﺎﻏْﺴِﻠُﻮﺍ ﻭُﺟُﻮﻫَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻳْﺪِﻳَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﺮَﺍﻓِﻖِ  ﻭَﺍﻣْﺴَﺤُﻮﺍ ﺑِﺮُﺀُﻭﺳِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺭْﺟُﻠَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻜَﻌْﺒَﻴْﻦِ ۚ ﻭَﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺟُﻨُﺒًﺎ ﻓَﺎﻃَّﻬَّﺮُوا ۚ

 Artinya:' Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah".

Surat An Nisa ayat 43

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺑُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺳُﻜَﺎﺭَﻯٰ ﺣَﺘَّﻰٰ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﺍ ﻣَﺎ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻭَﻟَﺎ ﺟُﻨُﺒًﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻋَﺎﺑِﺮِﻱ ﺳَﺒِﻴﻞٍ ﺣَﺘَّﻰٰ ﺗَﻐْﺘَﺴِﻠُﻮﺍ ۚ 

Artinya :"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi."

Apa saja hal yang menjadi sebab dilakukan nya mandi besar?


     Mandi junub dilaksanakan apabila seseorang muslim berada dalam kondisi sebagai berikut:
  1. Setelah sepasang suami-istri berhubungan badan,
  2. Mimpi basah (jima'),  
  3. Orang non muslim yang masuk Islam atau Muallaf,  
  4. Seorang muslim yang wafat,  
  5. Wanita yang habis haid atau nifas.  

Bagaimana Niatnya?

Lafaz niat mandi junub sebagai berikut
niat mandi junub atau mandi wajib

Bagaimana tata cara mandi wajib?  

  1. Membaca niat. Lafaz niat dibaca di permulaan mandi bisa dibaca dalam hati atau diucapkan.Dan hukumnya wajib dan bila ditinggalkan maka tidak sah mandi junub nya dan harus diulang.  
  2. Membersihkan telapak tangan tiga kali supaya tangan bersih dari kotoran dan najis. 
  3. Selanjutnya membersihkan ( maaf) dubur atau anus dan alat kemaluan ( cebok) beberapa kali sampai bersih dari air kencing, mani',dan darah haid dan nifas untuk perempuan. 
  4.  Cuci tangan kembali sampai bersih dari kotoran, selanjutnya berwudhu.  
  5. Masukkan tangan ke dalam air, lalu bersihkan secara merata pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala, kemudian siram dengan air sebanyak tiga kali siraman. Dan bagi wanita yang ikatan rambutnya sangat kuat tidak perlu untuk membuka ikatannya,cukup menyiram rambutnya saja. 
  6. Membilas seluruh bagian tubuh sampai ke bagian yang tersembunyi sampai bersih. 
  7.  Tertib. 

 Hadits hadits Nabi Muhammad SAW tentang cara mandi wajib. 

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَغْتَسِلَ مِنْ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُمَا الْإِنَاءَ ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ وَيَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُشَرِّبُ شَعْرَهُ الْمَاءَ ثُمَّ يَحْثِي عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَهُوَ الَّذِي اخْتَارَهُ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي الْغُسْلِ مِنْ الْجَنَابَةِ أَنَّهُ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُفْرِغُ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَقَالُوا إِنْ انْغَمَسَ الْجُنُبُ فِي الْمَاءِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ أَجْزَأَهُ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَقَ (HR. Tirmidzi: 97)
Artinya:  Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah ia berkata; " Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan mandi junub, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu sebelum memasukkan tangannya ke dalam bejana. Setelah itu beliau mencuci kemaluannya, berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat dan menyela-nyela rambut dengan air. Setelah itu beliau menyiramkan tiga siraman ke atas kepalanya." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih, dan hadits inilah yang dipilih oleh para ahli ilmu dalam hal mandi junub. Bahwa seseorang hendaknya berwudhu sebagaimana wudhu shalat, kemudian menuangkan tiga siraman ke atas kepalanya. Setelah itu mengalirkan air ke seluruh tubuh dan membasuh kedua kakinya." Ahli ilmu mengamalkan hadits ini, mereka mengatakan; "Jika seseorang yang junub membenamkan diri dalam air meskipun tidak berwudhu maka itu telah mencukupi." Ini adalah pendapat Syafi'i, Ahmad dan Ishaq."  (HR. Tirmidzi: 97)

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ السَّرْحِ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ الْمُسْلِمِينَ وَقَالَ زُهَيْرٌ أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضُفُرَ رَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِلْجَنَابَةِ قَالَ إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْفِنِي عَلَيْهِ ثَلَاثًا وَقَالَ زُهَيْرٌ تُحْثِي عَلَيْهِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍ ثُمَّ تُفِيضِي عَلَى سَائِرِ جَسَدِكِ فَإِذَا أَنْتِ قَدْ طَهُرْتِ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ حَدَّثَنَا ابْنُ نَافِعٍ يَعْنِي الصَّائِغَ عَنْ أُسَامَةَ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَتْ فَسَأَلْتُ لَهَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ قَالَ فِيهِ وَاغْمِزِي قُرُونَكِ عِنْدَ كُلِّ حَفْنَةٍ (HR. Abu Daud: 219)
Artinya : Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Ibnu As-Sarh mereka berdua berkata; Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari Ayyub bin Musa dari Sa'id bin Abu Sa'id dari Abdullah bin Rafi', mantan sahaya Ummu Salamah dari Ummu Salamah bahwasanya ada seorang wanita dari kaum Muslimin, Zuhair berkata; bahwasanya dia bertanya; Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah seorang wanita yang mengikat sanggul rambut kepala. Apakah saya harus melepasnya ketika mandi junub? Beliau menjawab, Cukup bagimu menuangkan air tiga kali ke atasnya, kemudian menuangkannya ke seluruh tubuhmu, maka dengan demikian berarti kamu telah suci. Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Amru bin As-Sarh telah menceritakan kepada kami Ibnu Nafi' Ash-Sha`igh dari Usamah dari Al-Maqburi dari Ummu Salamah bahwasanya ada seorang wanita datang kepada Ummu Salamah dengan hadits ini. Dia berkata; Maka aku pun bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk wanita tersebut, dengan maknanya, dia menyebutkan padanya; "Dan peraslah sanggul-sanggul kamu setiap tuangan (air) ". (HR. Abu Daud: 219)

Sebagai referensi untuk anda silahkan tonton video kajian dari Ustadz Adi Hidayat Lc.  MA dan Ustadz Abdul Somad dibawah ini






   Akhirnya saya berharap semoga artikel ini bermanfaat dan pengetahuan kita tentang ajaran-ajaran Agama Islam bisa mengantarkan kita menjadi muslim yang lebih baik dan selamat dulu dunia dan akherat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar