--> Skip to main content

√Cara memulai usaha konveksi dari nol sampai sukses

√Cara memulai usaha konveksi dari nol sampai sukses


cara memulai usaha konveksi
foto ruangan konveksi
     Industri fashion setiap saat terus berkembang,  tak hanya di Indonesia,  tapi juga di luar negeri.  Sebut saja Paris,  Perancis yang terkenal sebagai pusat mode dunia setiap tahunnya selalu mengeluarkan desain desain pakaian baru yang dipromosikan dalam acara Fashion Week.  Dengan melihat perkembangan bisnis fashion merupakan peluang bagi anda yang ingin berbisnis.  Wirausaha dalam bidang pakaian memang sangat menjanjikan,  mengingat kebutuhan manusia terhadap pakaian tidak akan pernah berhenti.  Bayangkan saja bila di kota tempat tinggal anda ada sekitar 1000.000 orang dan mereka minimal membeli sepasang baju dalam setahun,  maka perlu sejuta pasang baju untuk disediakan agar kebutuhan mereka tercukupi.  Belum lagi untuk anak sekolah yang juga membutuhkan pakaian seragam sekolah,  baju olahraga,  setelan pramuka,  baju muslim dan sebagainya.  Itu semua merupakan peluang yang besar yang harus anda pertimbangkan bila ingin mencari ide bisnis berwirausaha.  Untuk menjadi produsen pakaian bisa dilakukan dengan dua cara  ;
  1.  Produsen pakaian perorangan,  seperti penjahit tailor, atau desainer 
  2.  Produsen pakaian besar,  seperti konveksi, perusahaan garmen dan clothing.  
Artikel ini akan membahas tuntas tentang bisnis konveksi dari mulai persiapan tempat,  peralatan,  pengerjaan ( produksi)  sampai proses promosi.
Baca juga

Persiapan memulai usaha konveksi

      Saat muncul dalam benak anda ingin mempunyai usaha sendiri ( wirausaha)  dalam bidang konveksi,  maka disini anda perlu mempersiapkan banyak hal yang dibutuhkan,  seperti :

1. Tempat produksi 

    Yang pertama kali harus dipersiapkan adalah tempat yang ukurannya luas.  Tempat ini nantinya akan dipergunakan untuk :
  • Penyimpanan bahan ( gudang)  
  • Meletakkan meja besar untuk proses memotong bahan ( cutting)  
  • Menyimpan mesin jahit 
  • Proses finishing,  yaitu membersihkan benang,  setrika dan pengemasan ( packing)  
  • Penyimpanan sementara pakaian yang sudah selesai dibuat sebelum dikirimkan ke toko / pasar.
Tempat yang baik untuk konveksi adalah yang ruangannya terang,  bersih dan memiliki ventilasi udara yang baik.

2. Peralatan produksi

     Berikutnya yang harus anda persiapkan ketika ingin membuka usaha konveksi adalah peralatan dan mesin, yaitu :
  • Meja besar ukuran 3 meter × 6 meter untuk menggelar bahan kain
  • Mesin potong bahan ( cutter)
  • Mesin jahit,  seperti mesin jarum satu,  mesin obras,  mesin overdeck,  dan mesin lobang kancing  ( button hole)
  • Meja dan setrika
  • Hanger untuk menggantungkan baju yang sudah jadi - Keranjang untuk  menyimpan baju yang belum selesai
  • Gunting,  pinset,  benang,  karet dan lain-lain.
Itulah peralatan yang harus disediakan di ruang produksi,  dan sebaiknya untuk alat-alat seperti gunting,  jarum,  setrikaan punya persediaan/ stok agar bila alat tersebut ada yang rusak anda bisa memakai alat cadangannya.  Dan untuk mesin jahit sebaiknya mempimpin sparepart cadangan sehingga bila terjadi masalah pada mesin anda bisa memperbaikinya dan mengganti bagian yang rusak sehingga proses produksi pun tidak terhambat dan terus berjalan.

memulai usaha konveksi
mesin jahit konveksi

Karyawan

     Bila tempat produksi dan mesin jahit serta peralatan lainnya sudah siap,  maka selanjutnya anda harus mencari orang yang mau bekerja di konveksi anda.  Utamakan mencari pegawai yang sudah berpengalaman,  kerjanya rapih dan punya sifat loyalitas pada pekerjaan. Untuk jumlah pekerja terserah anda atau sesuai yang anda butuhkan,  misalnya :
  1. Tukang potong/ cutting = 1 orang 
  2. Penjahit  = 4 orang 
  3. Trimming / buang benang  = 1 orang 
  4. Bagian setrika ( iron)  = 1 orang 
  5. Packing / pengemasan  = 1 orang 
  6. jumlah total  = 8 orang.  
Dan untuk pembayaran gaji pegawai konveksi berbeda dengan karyawan pabrik atau perusahaan.  Biasanya upah pegawai konveksi dibayar seminggu sekali,  dan jumlahnya tergantung seberapa banyak hasil baju yang diperoleh, karena sistemnya borongan.

memulai usaha konveksi
foto pegawai konveksi

Ide kreatif

      Dalam dunia usaha sangat diperlukan kreatifitas atau pemikiran untuk membuat produk produk baru yang mengikuti perkembangan zaman. Setiap tahun mode fashion selalu berubah, karena itu sebagai pengusaha anda harus bisa melihat peluang dengan membuat desain baju yang mengikuti tren pasar ( booming). Caranya mungkin anda bisa bertanya kepada orang lain atau mencari informasi di internet misalnya Google dengan kata pencarian  ' model baju terbaru' atau keyword ' desain baju yang banyak dicari '.
Selanjutnya dari referensi yang anda peroleh di internet anda modifikasi lagi sesuai kreatifitas anda. Dengan begitu baju produksi anda pun akan dicari banyak orang dan usaha konveksi pun bisa kebanjiran order atau banyak pesanan.
Baca juga

Promosi

      Hal terakhir yang juga harus anda lakukan adalah mempromosikan pakaian hasil buatan konveksi anda.  Misalnya anda memposting foto foto baju ke sosial media seperti instagram,  Facebook dan lain-lain.  Sertakan juga nama konveksi anda agar dapat dikenali oleh orang lain.  Rajin rajinlah berpromosi supaya bisnis anda cepat terkenal dan memancing minat orang untuk membeli baju ke konveksi anda.  Jangan lupa cantumkan kalimat ' Menerima Pesanan dalam jumlah banyak' di tiap postingan anda. Selain promosi via online,  anda juga bisa membuat kerja sama dengan sekolah sekolah agar bisa mendapat order seragam,  komunitas,  atau ke toko pakaian di sekitar kota tempat tinggal anda.  Karena biasanya toko pakaian tidak memproduksi baju yang dijual,  tetapi dikirim oleh konveksi atau  penjahit yang bekerja sama dengannya.
        Demikianlah panduan untuk memulai usaha konveksi baju dari persiapan sampai promosi.  Semoga bermanfaat dan semoga bisnis anda lancar dan memperoleh kesuksesan.
    -
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar