Skip to main content

Memperbaiki mesin obras jahitan loncat, setelan looper disertai gambar tutorial

 Memperbaiki mesin obras jahitan loncat, setelan looper disertai gambar tutorial

       Dalam bidang fashion,  orang yang membuat pakaian biasanya menggunakan dua buah mesin jahit, yaitu mesin jahit jarum satu dan mesin obras. Kedua mesin tersebut mempunyai fungsi berbeda :
Baca juga

Fungsi mesin obras 

      Mesin jahit jarum satu fungsinya untuk menjahit bagian ditengah pakaian  seperti memasang resleting,  menempel kantong,  memasang label,  kerah dan stik.  Sedangkan mesin obras hanya mempunyai satu fungsi yaitu merapihkan bagian tepi pakaian agar anyaman benangnya tidak lepas.  Mesin obras tidak bisa untuk menjahit proses bagian tengah bahan karena memiliki pisau yang bisa memotong bahan.  Sebaliknya mesin jarum satu tidak bisa dipakai untuk merapihkan pinggiran pakaian karena jahitannya tidak bisa mengikat pinggiran bahan. Sebelum belajar memperbaiki mesin obras,  sebaiknya anda mengetahui dulu bagian bagian mesin obras.

Bagian bagian ( komponen)  mesin obras

        Sama seperti mesin lainnya seperti mesin overdeck,  button hole,  Kansai dan mesin chain.  Mesin obras juga tersusun dari banyak sekali komponen yang jumlahnya puluhan. Coba lihat gambar berikut

kerusakan pada mesin obras dan cara memperbaikinya

masalah pada mesin obras dan cara memperbaikinya

  1. Tension benang 
  2. Tutup ( cover)  bawah 
  3. Kaca safety 
  4. Pelat gigi 
  5. Jarum dan tiang jarum 
  6. Sepatu mesin 
  7. Gigi 
  8. Pisau bawah 
  9. Pengungkit benang 
  10. Loper besar 
  11. Loper kecil 
  12. Pisau atas 

Fungsi / cara kerja setiap bagian ( komponen)  mesin obras

       Tadi sudah disebutkan 12 komponen terluar dari mesin obras.  Sebenarnya masih banyak lagi bagian yang belum dicantumkan yang jumlahnya puluhan,  karena supaya kita fokus saja pada komponen yang biasanya berhubungan dengan masalah pada obrolan.  Dan dari ke 12 parts tersebut mempunyai fungsi berbeda satu sama lain yaitu :
  • Tension benang,  fungsinya untuk mengatur kelonggaran benang agar hasil jahitan kencang.  
  • Tutup  ( cover) bawah,  untuk menghalangi potongan bahan supaya tidak masuk dan melilit ke komponen pengungkit benang atau loper.  
  • Kaca safety,  berguna untuk perlindungan pengguns mesin jahit bila terjadi jarum yang patah dan mental supaya tidak mengenai mata.  
  • Pelat gigi,  sebagai alas mesin dan tempat munculnya gigi.  
  • Jarum dan tiang jarum,  sebagai bagian yang membawa benang dan menganyamkannya kepada benang dari loper.  
  • Sepatu mesin,  untuk menginjak bahan yang sedang dijahit agar tidak bergeser.  
  • Gigi,  fungsinya untuk menarik bahan supaya maju.  
  • Pisau bawah,  bersama pisau atas bekerja memotong bahan supaya ujungnya rapih.  
  • Pengungkit benang,  berguna untuk menarik dan mengendurkan benang supaya perjalanan benang lancar.  
  • Loper besar,  gunanya membuat anyaman benang dengan jarum.  
  • Loper kecil,  membuat anyaman benang bersama loper kecil dan jarum.  
  • Pisau atas,  bergerak bersama pisau bawah memotong tepian bahan supaya rapih sebelum dibungkus dengan anyaman benang.  

Masalah atau kerusakan pada mesin obras

       Untuk mesin obras yang masih baru dibeli biasanya setelan untuk setiap komponen masih bagus sehingga tidak ada masalah apapun ketika dipergunakan untuk menghitung atau membuat pakaian. Tapi seiring pemakaian dan produksi yang terus menerus akan menyebabkan masalah pada jahitan karena setelan mesin berubah.  Dan pada akhirnya menimbulkan masalah pada jahitan seperti :
  • Jahitan loncat,  penyebabnya ada beberapa faktor yaitu benang yang seret atau tidak lancar,  ujung jarum yang sudah tumpul,  atau setelan loper berubah.  
  • Tidak ada anyaman benang,  penyebabnya adalah pengaturan jarum dengan loper besar dan loper kecil yang tidak tepat.  
  • Jarum sering patah,  disebabkan setting loper terlalu dekat dengan jarum sehingga menimbulkan gesekan dan lama lama jarum jadi patah.  
  • Benang sering putus,  penyebabnya setelan jarum dan loper terlalu rapat,  atau benang yang kurang bagus. 
  • Ujung bahan menggulung,  hal ini disebabkan jarak pisau bawah dan pisau atas kurang rapat,  atau karena kedua pisau sudah tumpul/ tidak tajam. 
  • Langkah jahitan terlalu besar atau terlalu kecil,  disebabkan pergeseran pada SPI 
  • Jalannya bahan agak tertahan,  penyebabnya bisa dari pressure sepatu mesin yang terlalu menekan,  atau dari gigi yang kurang timbul keatas.  

Cara memperbaiki masalah jahitan pada mesin obras

        Dari beberapa masalah yang sudah biasa terjadi pada mesin obras,  selanjutnya kita harus mengetahui bagaimana cara mengatasinya yaitu dengan cara sebagai berikut :

Menyetel jarum dan loper

      Setelan loper dan jarum yang baik akan bisa mengatasi masalah jahitan loncat,  benang sering putus,  jarum sering patah atau tidak ada anyaman.  Cara menyetel jarum dan loper perlu ketelitian dan kehati harian.  Caranya adalah buka penutup mesin kiri kanan kemudian putar puli mesin perlahan lahan sambil dilihat jarak antara jarum dengan loper. Buatlah jaraknya kira kira 2 - 3 milimeter. Dan pastikan ketika posisi jarum akan naik sekitar 3 -5 milimeter maka loper bawah mengambil benang pada jarum ( menyabet). Kemudian saat loper besar bergerak ke kanan,  loper kecil mengambil benang dari loper besar.  Dan ketika loper kecil maju keatas melewati jarum dan ketika bergerak mundur ke belakang benang di loper kecil bisa terambil oleh jarum.

Mengatur jarak pisau

     Jarak pisau yang baik dan rapat bisa membuat hasil potongan pada ujung bahan menjadi rapih. Karena itu pastikan jarak pisau atas dan pisau bawah sangat rapat dan pastikan bahwa kedua pisau ujungnya benar-benar tajam. Jangan lupa ujung pisau bawah harus rata dengan pelat,  jangan terlalu bawah atau terlalu timbul keatas.

Menyetel tension

     Setelan tension yang baik membuat jahitan kencang dan ,  serta benang jadi jarang putus.  Ini membuat pengguna mesin obras menjadi nyaman dan produktivitas jadi optimal.  Caranya cukup putar putar tension sesuai keperluan.  Untuk mengendorkan phtar kekiri dan untuk mengencangkan putar ke kanan.  Pada mesin obras terdapat empat buah tension benang yaitu dua buah untuk jarum,  satu buah untuk loper kecil dan satu buah untuk loper besar.

Menambahkan minyak mesin

      Minyak / oli mesin berguna sebagai pelumas bagian bagian mesin yang  bergerak atau bergesekan. Karena itu pastikan selalu pada bak penampungan mesin selalu tersimpan minyak kira kira 50 persen dari ketinggian bak minyak.  Caranya buka penutup bagian atas lalu masukkan minyak mesin perlahan lahan.

Mengganti jarum

      Gantilah jarum secara berkala kira kira sehari sekali bila mesin digunakan terus menerus seperti di pabrik garment atau konveksi.  Jangan biarkan ujung jarum tumpul karena bisa menyebabkan bahan menjadi bolong / rijek.  Caranya kendorkan baut pengikat jarum kemudian tarik jarum sampai lepas dan ganti dengan jarum yang baru lalu kencangkan kembali baut menggunakan obeng.  Jarum khusus untuk mesin obras mempunyai kode DC × 1 dan ukurannya adalah nomor 9, nomor 11 atau nomor 14.

gambar Bukalapak

Menyetel ketinggian gigi 

    Gigi yang terlalu rendah tidak bisa berfungsi maksimal menarik bahan yang sedang dijahit.  Sedangkan bila posisi gigi terlalu keatas,  maka jalannya bahan akan terasa kasar dan membuat bekas pada bahan pakaian.  Caranya buka penutup mesin sebelah kiri dan putar pengatur ketinggian gigi sampai jarak yang diinginkan.
       Demikianlah ulasan tentang masalah pada mesin obras dan cara memperbaikinya sendiri.  Mudah bukan ?  Semoga artikel ini bermanfaat dan praktekkan cara diatas dengan benar.  Dan rawatlah mesin obras secara rutin karena bila mesin dalam kondisi yang baik maka pekerjaan menjahit anda pun akan lancar dan menghasilkan pakaian dengan kualitas terbaik. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar