--> Skip to main content

Hukumnya membaca sayyidina saat tasyahud dalam sholat

Hukum membaca sayyidina saat tasyahud dalam sholat

hukum membaca sayyidina saat tasyahud dalam sholat
tuntunansholat.info

Apa hukumnya menambahkan kata SAYYIDINA dalam salawat pas tahiyat saat shalat?
      Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh..
      Saudara saudaraku muslimin dan muslimah,  sebagai mana kita ketahui bersama bahwa membaca SHOLAWAT kepada Nabi hukumnya WAJIB karena merupakan RUKUN SHALAT.  Bila kita dengan sengaja meninggalkan nya makan sholat yang kita laksanakan TIDAK SAH dan harus diulang.  Tapi bila kita biasa melakukan nya hanya saja suatu ketika lupa membacanya makan bisa diganti dengan SUJUD SAHWI.
      Tapi timbul pertanyaan " Bacaan sholawat seperti apa yang harus dibaca? "
Pertanyaan seperti itu mungkin saja pernah muncul di pikiran anda mengingat bacaan sholawat yang kita kenal banyak jumlahnya diantaranya sholawat nariyah,  sholawat Adriknii,  dan lain-lain. Anjuran membaca sholawat kepada Nabi sesuai dengan firman ALLAH SWT dalam Al Qur'an Surat Al Ahzab ayat 56
Allah SWT berfirman:

 اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya  :
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)

juga hadits Rasulullah SAW

ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻲَّ ﺻَﻠَﺎﺓً ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﺸْﺮًﺍ
Artinya  :
“Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan sholawat kepadanya 10 kali. ” (HR. Muslim).

  ﺍﻟْﺒَﺨِﻴﻞُ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻣَﻦْ ﺫُﻛِﺮْﺕُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﺼَﻞِّ ﻋَﻠَﻰَّ
Artinya  :
“Orang yang pelit adalah orang yang ketika disebut namaku di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku .” (HR. Tirmidzi).
baca juga

Lalu seperti apakah sholawat ketika sholat yang dicontohkan oleh Nabi SAW? 

     Setiap Muslim yang hendak melakukan suatu Ibadah makan selalu berlandaskan kepada sumber Al Qur'an dan Hadits.  Tidak sah seseorang mengerjakan ibadah tapi dengan aturan nya sendiri atau mengarang ngarang sendiri.  Karena itu perlunya kita belajar Agama Islam kepada Ustadz atau Ulama supaya kita tahu hukum hukum dan syariat ibadah sesuai dengan ajaran Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
 Didalam kitab Shahih Imam Muslim no hadits 406 disebutkan :

 حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُجْمِرِ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الْأَنْصَارِيَّ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ هُوَ الَّذِي كَانَ أُرِيَ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِي مَجْلِسِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ فَقَالَ لَهُ بَشِيرُ بْنُ سَعْدٍ أَمَرَنَا اللَّهُ تَعَالَى أَنَّ نُصَلِّيَ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ قَالَ فَسَكَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى تَمَنَّيْنَا أَنَّهُ لَمْ يَسْأَلْهُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَالسَّلَامُ كَمَا قَدْ عَلِمْتُمْ
Artinya  :
" Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya at-Tamimi dia berkata, saya membaca di hadapan Malik dari Nu'aim bin Abdullah al-Mujmir bahwa Muhammad bin Abdullah bin Zaid al-Anshari dan Abdullah bin Zaid yang dia adalah orang yang diberi petunjuk dalam hal panggilan untuk shalat (adzan), dia telah menceritakannya dari Abu Mas'ud al-Anshari dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi kami sedangkan kami berada dalam majlis Sa'd bin Ubadah, maka Basyir bin Sa'ad berkata kepadanya, 'Allah memerintahkan kami untuk mengucapkan shalawat atasmu wahai Rasulullah, lalu bagaimana cara bershalawat atasmu? ' Perawi berkata, "Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diam hingga kami berangan-angan bahwa dia tidak menanyakannya kepada beliau. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Katakanlah, 'ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA MUHAMMAD WA'ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA 'ALAA AALI IBROOHIIMA WABAARIK 'ALAA MUHAMMAD WA'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA 'ALAA AALI IBROOHIIMA FIL'AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID." Ya Allah, berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi shalawat atas keluarga Ibrahim, dan berilah berkah atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi berkah kepada keluarga Ibrahim di dunia. Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.' Dan salam sebagaimana yang telah kamu ketahui."

Hadits yang sama juga bisa anda temukan di Kitab Sunan Abu Dawud nomor Hadits 978-980.
     Jadi kalau kita berpegangan kepada apa yang diperintahkan oleh Rasul sesuai hadits diatas maka membaca Sholawat ketika tasyahud tidak menggunakan kata SAYYIDINA.  Tapi bila kasusnya adalah diluar ibadah sholat seperti dalam zikir setelah sholat maka boleh menggunakan kata SAYYIDINA.
     Untuk lebih jelasnya bisa anda simak video berikut yang dituturkan oleh Ustadz Adi Hidayat Lc MA dan oleh Ustadz Abdul Somad Lc MA.




   Demikian sedikit ulasan dari kami semoga bermanfaat dan semoga ALLAH SWT selalu membimbing kita di jalan kebaikan dan menetapkan hati dan jiwa kita agar senantiasa bertakwa kepada Nya.  Akhirul kalam Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar