--> Skip to main content

Mitos Bulan Shofar dan rebo wekasan banyak turun bala, ikuti penjelasannya


mitos di bulan Shofar dan penjelasannya

Mitos Bulan Safar dan malam rebo wekasan banyak turun bala, ikuti penjelasannya

      Bulan Safar / Shofar ( syahru Shofar dalam bahasa Arab) adalah nama bulan kedua dalam penanggalan Hijriyah,  yaitu setelah bulan Almuharrom.  Shofar (صفر)  berasal dari kata ' shifrun' (صفر) artinya kosong,  penamaan ini dimaksudkan karena orang orang Arab mempunyai aturan di bulan Almuharrom untuk meninggalkan segala perbuatan maksiat seperti mabuk mabuk-mabukan,  zinah,  membunuh atau berperang dan perbuatan maksiat lainnya.  Sehingga ketika selesai di bulan Almuharrom kemudian masuk ke bulan Shofar mereka kosong (صفر)  atau bersih dari dosa.

Cerita tentang bulan Safar

      Telah lama beredar cerita di kalangan umat islam mengenai akan diturunkan sebanyak 300.000 malapetaka di bulan Shofar khususnya di hari rabu terakhir atau hari Rebo wekasan. Karena cerita tersebut sehingga bulan Shofar dinilai bulan yang buruk dan orang orang menghindari dari mengadakan perayaan pernikahan,  selamatan khitanan dan sebagainya karena alasan tersebut.
      " Naudzubillah" kita berlindung kepada Allah dari berprasangka buruk tentang bulan Shofar. Dan tidak ada ayat Al-Quran ataupun hadits Nabi SAW yang menyatakan malapetaka di bulan Shofar.  Karena Allah SWT menjadikan semua bulan (الشهور)  adalah baik.  Dan seburuk-buruknya waktu adalah ketika kita melakukan maksiat kepada Allah.

   حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا غُول

Artinya  : "Telah bercerita kepada kami Rauh bin 'Ubadah telah bercerita kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abu Az-Zubair telah mendengar Jabir bin Abdullah berkata; saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada 'adwa (keyakinan bahwa penyakit itu menular dengan sendirinya bukan karena takdir dari Allah AzzaWaJalla), tidak ada shafar (keyakinan pada saat Jahiliyah tentang kesialan di bulan Shofar), tidak ada ghul (keyakinan jahiliyah bahwa ada hantu menyebabkan kematian)." ( H.R Ahmad)
Baca juga

Peristiwa yang terjadi di bulan Safar

      Banyak kisah atau peristiwa penting mengenai sejarah Islam di zaman Rosulullah SAW yang terjadi di bulan Shofar, diantaranya:

1. Pernikahan Nabi Muhammad dengan Sayyidah Khodijah Radiyallahu Anha.

     Muhammad SAW menikah di usia 25 tahun dan Khodijah berusia 40 tahun.  Sebelumnya Muhammad bekerja mendagangkan dagangan milik Khodijah.  Karena sifat beliau yang amanah dan jujur membuat Khodijah jatuh hati kepada beliau. Dan Khodijah pun melamar beliau kepada paman Abu Thalib.  Selanjutnya dengan takdir Allah beliau pun menikah di bulan Shofar.

2. Pernikahan Sayyidah Fatimah dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radiyallahu anhu

     Rosulullah SAW menikahkan puterinya kepada Allah bin Abi Thalib di bulan Shofar. Peristiwa ini menjadi referensi bagi kita serta bantahan tentang kesialan bila mengadakan pernikahan di bulan Shofar.

3. Rosulullah SAW bersama sahabat hijrah ke Madinah 

Amalan di bulan Safar

      Setiap saat umat islam diperintahkan untuk berbuat amal sholeh dan meninggalkan perbuatan maksiat kepada Allah SWT sebagaimana firman Allah SWT dalam Allah Qur'an surat Al Ashr

surat Al Ashr

      Jadi berdzikir dan mengingat Allah,  banyak beristighfar dan memohon ampunan dari segala dosa adalah dianjurkan kepada manusia karena kita tidak tahu kapan kita akan wafat?  entah di bulan Shofar atau bulan lainnya.

  ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ  ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ  ‏ ﻣَﻦْ ﺭَﺩَّﺗْﻪُ ﺍﻟﻄِّﻴَﺮَﺓُ ﻣِﻦْ ﺣَﺎﺟَﺔٍ ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺷْﺮَﻙَ ‏» . ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻛَﻔَّﺎﺭَﺓُ ﺫَﻟِﻚَ ﻗَﺎﻝَ ‏ ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻢْ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻻَ ﺧَﻴْﺮَ ﺇِﻻَّ ﺧَﻴْﺮُﻙَ ﻭَﻻَ ﻃَﻴْﺮَ ﺇِﻻَّ ﻃَﻴْﺮُﻙَ ﻭَﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﻏَﻴْﺮُﻙَ

Artinya: "Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma berkata: 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang dipalingkan dari keperluannya oleh perasaan bernasib sial maka sungguh dia telah berbuat syirik." Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apa penebus perasaan itu", beliau menjawab: "Salah seorang dari kalian mengucapakan: "Allahumma laa khaira illa khairuka wa laa thaira illa thairuka wa laa ilaaha ghairuka" (Wahai Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikan-Mu, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang engkau takdirkan dan tidak ada sembahan selain-Mu)."

Jika masih muncul kekhawatiran bahwa Safar adalah bulan sial, Rasulullah menganjurkan membaca doa:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻻَ ﺧَﻴْﺮَ ﺇِﻻَّ ﺧَﻴْﺮُﻙَ ﻭَﻻَ ﻃَﻴْﺮَ ﺇِﻻَّ ﻃَﻴْﺮُﻙَ ﻭَﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﻏَﻴْﺮُﻙَ 

 Artinya: Wahai Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikan-Mu, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang engkau takdirkan dan tidak ada sembahan selain-Mu ."

     Semoga kita tetap diberikan keistiqomahan oleh dalam ketaatan dan ketaqwaan kepada Nya amin..  Demikianlah artikel tentang bulan Shofar ini semoga bermanfaat.  Wallahu a'lam.Silahkan anda simak video ceramah tentang penjelasan bulan Safar dan malam rebo wekasan banyak turun bala dan musibah yang ternyata cuma mitos.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar