Skip to main content

Peristiwa Isra Miraj dan amalan utama di bulan Rojab

Peristiwa Isro Mi'raj dan amalan utama di bulan Rojab

Peristiwa Isra Miraj dan amalan utama di bulan Rojab

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
        Saat ini kita berada di bulan Rojab (الشهر الرجب)  bulan ke 7 dalam tarikh Hijriyah.  Bulan Rojab adalah salah satu dari empat bulan haram sesuai hadits berikut

 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَان 
(HR. Bukhari)
Artinya  :"Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Al Mutsannaa telah bercerita kepada kami 'Abdul Wahhab telah bercerita kepada kami Ayyub dari Muhammad bin Sirin dari Ibnu Abi Bakrah dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Zaman (masa) terus berjalan dari sejak awal penciptaan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yaitu Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah dan al-Muharam serta Rajab yang berada antara Jumadil (akhir) dan Sya'ban". (HR. Bukhari) 
Baca juga :

Makna bulan haram

      Sudah menjadi adat  yang berlaku di masyarakat Arab sejak dulu sebelum Rosulullah SAW dilahirkan yaitu tentang adanya empat bulan haram yaitu Dzulqidah, Dzulhijjah, Almuharrom dan Rojab yang pada bulan bulan tersebut berlaku peraturan tak tertulis yang harus dipatuhi oleh masyarakat Arab dan bila dilanggar dapat dikenai hukuman.  Peraturan peraturan tersebut yaitu

1. Larangan berperang

     Dalam sejarah bangsa Arab yang terdiri dari banyak suku atau kabilah sering terjadi perselisihan bahkan peperangan antara satu kabilah dengan kabilah lainnya.  Tapi ketika tiba di bulan bulan haram mereka sepakat untuk menghentikan peperangan.  Tapi bila usai dari bulan haram mereka melanjutkan perselisihan dan peperangan nya.

2. Larangan membunuh

     Pada zaman jahiliyah orang orang Arab bila berselisih dengan orang lain yang berbeda suku tidak segan untuk membunuh musuhnya.  Tapi perbuatan tersebut mereka tinggalkan bila berada di bulan haram.

3. Meninggalkan zinah,  mabuk, berjudi dan sebagainya

     Perbuatan tersebut diatas sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Arab pada masa jahiliyah.  Tapi mereka meninggalkan nya saat bulan haram.

Peristiwa penting di bulan Rojab

      Bila di bulan Romadhon ada peristiwa Nuzulul Qur'an, maka berikut ini adalah peristiwa peristiwa besar dan penting dalam sejarah Islam yang telah terjadi di bulan Rojab  :

1. Hijrah kaum muslimin yang pertama kalinya ke Habasyah

    Sejarah hijrah yang pertama kali dilakukan oleh kaum muslimin terjadi pada bulan Rojab tahun ketujuh Sebelum Hijriah (SH)/615 M atau tahun kelima setelah kenabian. Penyebabnya adalah karena tindakan orang orang kafir di Mekkah yang berbuat kejam dan zalim terhadap kaum muslimin. Banyak pemeluk Islam yang mendapat sikaaan dan intimidasi dari orang kafir. Sehingga karena sering nya melihat kejadian yang menimpa umatnya akhirnya Rosulullah SAW memohon agar Allah SWT memberikan jalan keluar untuk masalah tersebut agar muslimin dapat selamat dari kekejaman orang orang kafir. Akhirnya Rosulullah memerintahkan beberapa orang kaum muslimin untuk pergi meninggalkan kota Mekkah dengan tujuan ke Kerajaan Habsyah yang sekarang disebut Ethiopia yaitu sebuah negara yang berada di benua Afrika.
      Lalu kenapa Rosulullah SAW memerintahkan agar tujuan hijrah teesebut ke Habsyah tidak ke Negara Romawi atau ke Persia yang peradabannya lebih maju saat itu  ? Rosulullah SAW adalah seorang yang sangat bijaksana dan setiap perkataan dan perbuatan nya berada dalam bimbingan Allah SWT yang Maha Mengetahui. Beliau mempertimbangkan tujuan hijrah kaum muslimin saat itu ke negeri Habsyah karena bila pergi ke Romawi atau Persia yang saat itu masih menganut kepercayaan menyembah berhala maka pasti kaum muslimin akan ditolak atau bahkan bisa dijadikan budak seperti yang biasa mereka lakukan kepada orang yang tidak sebangsa dengan mereka.
     Akhirnya berkat petunjuk dari Allah,  Rosulullah memerintahkan kaum muslimin hijrah ke Habsyah dan berkata bahwa di Negara Habsyah dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana yang melindungi hak-hak siapa pun yang tinggal di wilayahnya. Selanjutnya kaum muslimin yang berjumlah 16 orang terdiri dari 11 orang laki laki dan 5 orang perempuan pada waktu malam hari secara diam-diam pergi meninggalkan Mekkah. Rombongan ini dipimpin oleh sahabat Usman bin Maz'un. Dan termasuk dalam rombongan yaitu Sahabat Usman bin Affan RA serta isterinya yaitu Sayyidah Ruqoyyah puteri Rosulullah SAW. Segala puji bagi Allah,  rombongan itu pun sampai ke Habasyah dengan selamat dan disambut baik oleh Raja Najasyi penguasa Habasyah saat itu dengan tangan terbuka dan kaum muslimin pun mendapat perlakuan yang baik dari Raja Najasyi dan rakyatnya.  Bahkan atas izin Allah SWT Raja Najasyi pun memeluk agama Islam.

2. Peristiwa Isro Mi'raj di bulan Rojab dan tahun kesedihan

     Peristiwa besar lainnya yang terjadi di bulan Rojab yaitu peristiwa Isro mi'raj Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada malam tanggal 27 Rojab tahun 621 M,  satu tahun sebelum Rosulullah SAW dan para sahabat hijrah ke Madinah.  Isro Mi'raj berasal dari dua kata yaitu ' Isro' yang artinya perjalanan Rosulullah SAW dari Masjidil harom di Mekkah ke Masjidil aqsha di Palestina.  Dan kata ' Mi'raj' yang artinya naiknya Rosulullah SAW dari Masjidil aqsha ke langit atas izin Allah SWT dan ditemani oleh Malaikat Jibril.
      Hikmah dari peristiwa Isro Mi'raj adalah membuktikan keMaha kuasaan Allah pencipta langit dan bumi yang mampu memperjalankan hamba Nya dari Masjidil harom ke Masjidil aqsho yang jaraknya 1000 kilometer lebih hanya dalam waktu satu malam,  sebuah kejadian yang mustahil dilakukan manusia pada zaman itu.  Kemudian naiknya Rosulullah ke langit untuk bertemu Dzat Allah SWT merupakan sebuah peristiwa menggembirakan bagi beliau dan bagi orang orang yang beriman. Sebagaimana Firman Allah dalam Al Quran :

  سُبْحٰنَ الَّذِيْۤ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَا ۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ 
 Artinya  : "Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 1) 

     Ketika Mi'raj adalah pertama kali diperintahkannya kewajiban Sholat 5 waktu sehari semalam kepada setiap muslim dengan rukun dan syarat tertentu.
       Sebelum peristiwa Isro Mi'raj Rosulullah SAW mengalami peristiwa yang menyedihkan yaitu meninggalnya seorang paman beliau yang bernama Abu Thalib dan isteri beliau yaitu Sayyidah Khodijah Radiyallahu Anha di tahun yang sama.  Maka tahun tersebut selanjutnya dikenal sebagai 'Tahun kesedihan' atau 'Amul huzni'.
      Semasa hidupnya Abu Thalib adalah orang yang menjadi benteng pertahanan yang melindungi Rosulullah dari gangguan orang kafir Quraisy.  Begitupula Sayyidah khodijah yang setia mendampingi Rosulullah saat suka maupun duka dan rela mengorbankan hartanya demi mendukung dakwah Rosulullah SAW.  Karena begitu sayang nya beliau kepada kedua orang tersebut diceritakan bahwa beliau selalu terlihat bersedih.  Sampai pada akhirnya Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril untuk menjemput beliau dan melakukan perjalanan Isro Mi'raj.

Larangan di bulan Rojab

    Sebagaimana bulan bulan haram lainnya,  maka pada bulan Rojab pun berlaku larangan larangan seperti
  1. Berperang atau bermusuhan 
  2. Membunuh 
  3. Mabuk masukan 
  4. Zinah 
  5. Mencela orang lain dan perbuatan maksiat lainnya. 

 Amalan dan do'a di bulan Rojab


  حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ زَائِدَةَ بْنِ أَبِي الرُّقَادِ عَنْ زِيَادٍ النُّمَيْرِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ وَكَانَ يَقُولُ لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ غَرَّاءُ وَيَوْمُهَا أَزْهَرُ  
 
Artinya  : "Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar dari Za`idah bin Abu Ar Ruqad dari Ziyad An Numairi dari Anas bin Malik, ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila memasuki bulan Rajab, maka beliau mengatakan: "ALLAHUMMA BARIK LANA FI RAJABI WA SYA'BAN WA BARIK LANA FI RAMADLAN (ya Allah, berkahilah kami di rajab dan sya'ban dan berkahilah kami di Ramadhan) " beliau bersabda: "Malam jum'at adalah mulia dan harinya terang benderang." (HR. Ahmad)  

Dan sebaiknya memperbanyak istighfar dengan sebelumnya membersihkan diri dengan mandi wajib/junub  yang dilanjutkan melaksanakan sholat taubat.

Caption bulan Rojab

caption Islami bulan Rojab

caption bulan Rojab

caption bulan Rojab

caption bulan Rojab
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar