Skip to main content

Rukun Nikah Dalam Ajaran Islam Sebagai Persyaratan Utama Akad Nikah

Rukun Nikah Dalam Ajaran Islam Sebagai Persyaratan Utama Akad Nikah

Rukun Nikah Dalam Ajaran Islam Sebagai Persyaratan Utama Akad Nikah

    Anda sudah siap nikah ? Tapi belum tahu cara dan rukunnya ?
Silahkan dibaca artikel tentang rukun nikah serta hal-hal yang berkaitan dengan rukun nikah ini.

Penjelasan Rukun Nikah Dari Aturan Agama Dan KUA (Kantor Urusan Agama)

Penjelasan Rukun Nikah Dari Aturan Agama Dan KUA (Kantor Urusan Agama)

     Salah satu bagian penting pada pelangsungan acara akad nikah adalah rukun serta tata caranya sampai dengan ijab kabul antara mempelai pria dengan wali dari calon istri, dengan disaksikan oleh dua orang saksi .
Karena hal-hal tersebut bersifat primer jadi tidak bisa ditinggalkan atau diganti. Bila kurang atau tidak lengkap maka status pernikahannya adalah tidak sah alias batal.
Lalu apa saja sih rukun nikah itu?
Berikut kita jelaskan satu persatu supaya jelas dan menambah pengetahuan anda untuk persiapan nikah nanti.
Lihat juga
Tips membuat foto prewedding

1. Pasangan Calon Suami Istri

    Yang pertama tentu saja harus ada dua orang pria dan wanita yang ingin menikah, dengan syarat bukan mahram, sama-sama beragama Islam, tidak ada unsur paksaan, dan keduanya telah mencapai usia minimal yang ditentukan oleh undang-undang pernikahan.

2. Wali Nikah Dari Pihak Wanita

Wali sebagai rukun nikah

    Wali adalah orang yang dipercayai untuk mewakili wanita dalam prosesi ijab kabul. Dalam ajaran agama Islam dan UU pernikahan di Indonesia mewajibkan bahwa dalam suatu akad nikah harus ada wali. Dan bila tidak ada wali, maka pernikahan dianggap tidak sah menurut agama dan undang-undang. Untuk menjadi wali nikah harus memenuhi persyaratan yaitu ;
  • Merdeka (bukan hamba sahaya), 
  • Baligh 
  • Berakal 
  • Laki-laki, perempuan tidak sah menjadi wali 
  • Beragama Islam.

3. Ada Dua Orang Saksi

    Kedudukan saksi sebagai rukun nikah sangatlah penting dalam proses ijab kabul, karena mereka juga harus bersedia mempertanggungjawabkan kesaksiannya di dunia juga di akhirat kelak.
Karena itu hendaknya orang yang ditunjuk sebagai saksi haruslah yang memiliki sifat adil, punya pengetahuan tentang agama dan hukum di Indonesia, serta orang yang amanah (bisa dipercaya).
Syarat untuk menjadi saksi  adalah :
  • Laki-laki yang merdeka 
  • Bisa melihat dan mendengar dengan baik 
  • Ikhlas dan tidak dalam tekanan atau paksaan dari pihak manapun.
Nanti saksi akan menandatangani surat keterangan nikah yang diberikan oleh pegawai KUA.

4. Ijab Kabul

Ijab kabul sebagai rukun nikah

    Ijab kabul berasal dari dua kalimat dalam bahasa Arab yaitu 'ijab' artinya penyerahan dan 'kabul' artinya menerima.
Dalam pelaksanaannya ada ucapan dari wali nikah yang berisi kata penyerahan. Selanjutnya pengantin pria membalas dengan kalimat persetujuan/penerimaan.
Berikut ini adalah 3 contoh ucapan ijab dan kabul dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Kalimat ijab kabul versi bahasa Indonesia

Wali : " Saudara... (nama mempelai laki-laki).. saya nikahkan puteri saya nama ( mempelai wanita) kepada saudara dengan maskawin... (jumlah maskawin) secara tunai. " 
Calon suami : " Saya terima nikahnya puteri bapak.. (sebutkan nama wanita) dengan mas kawin tersebut tunai ".

Shighat ijab kabul bahasa Arab disertai bacaan latin 

Wali : " ﺃﻧﻜﺤﺘﻚ ﻭﺯﻭﺟﺘﻚ ﻣﺨﻄﻮﺑﺘﻚ ﺑﻨﺘﻲ ________ ﻋﻠﻯﺎﻟﻤﻬﺮ --- ﺣﺎﻻ
Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti ________ alal mahri _______ hallan".
Calon suami : " ﻗﺒﻠﺖ ﻧﻜﺎﺣﻬﺎ ﻭﺗﺰﻭﻳﺠﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻬﺮ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻭﺭﺿﻴﺖ ﺑﻬﻰ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻲ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ
Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq".

Lafal ijab kabul versi bahasa Inggris 

Wali : " Bismillahirrahmanirrahi, astaghfirullahalazim 3×, asyhadu allaa ilaaha illallah waasyhadu Anna mmuhammadarrosuululla. Mr... (nama pengantin pria).. son of... ( nama ayahnya)..,I marry off and I wed off my real daughter... (nama wanita).. to you, with the dowry.. (jumlah mas kawin), in cash".
Pengantin pria : " I accept her marriage and wedding... (nama wanita).. daughter of Mr... (nama ayah pengantin perempuan)... with the dowry mentioned above in cash".

Syarat dan ketentuan ijab kabul

     Dalam pelaksanaan shighat ijab kabul juga anda harus tahu tata caranya, baik sebagai wali atau sebagai mempelai pria. Karena bila salah dalam pengucapan dapat menyebabkan ijab kabul tersebut menjadi batal atau tidak sah, dan biasanya harus diulang kembali. Dan tentu saja hal tersebut hanya akan membuang energi dan waktu. Karena itu perlu difahami dan diperhatikan syarat sah ijab kabul berikut ini :
  1. Tidak boleh memakai kalimat sindiran atau bahasa yang tidak sopan 
  2. Menggunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh pihak pria, wali serta dua orang saksi 
  3. Tidak mengandung kalimat penentuan tempo waktu, misalnya nikah untuk satu bulan, dua bulan dan lainnya (kawin kontrak atau nikah mut'ah) 
  4. Tanpa ada embel-embel syarat lain lagi 
  5. Kalimat ijab dan kabul isinya harus sama, dari segi nama dan maskawin 
  6. Jawaban kabul harus langsung diucapkan ketika lafal ijab selesai dikatakan (tidak boleh ada jeda waktu yang lama) 
  7. Menyebut nama calon mempelai istri. 
Apakah mahar termasuk rukun dan syarat nikah?
    Bila rukun nikah sudah dipahami, serta syarat nikah bisa dibaca di artikel ini, lalu timbul pertanyaan mengenai mahar, apakah tergolong kedalam rukun nikah atau syarat nikah, atau dalam aturan lain?
     Mahar bukan termasuk diantara rukun nikah atau syarat menikah.Tapi mahar adalah berupa pemberian yang sifatnya wajib dari suami untuk isteri. Jumlah mahar boleh disebutkan pada ijab kabul atau bila tidak disebutkan juga tidak apa-apa.
     Mahar merupakan hak pribadi istri yang diberikan oleh suami ketika akad nikah. Karena itu mahar juga disebut 'maskawin'. Kemudian pihak keluarga istri atau siapapun tidak mempunyai hak terhadap mahar tersebut. Jumlah mahar tergantung kemampuan dan kesepakatan antara wali, pengantin pria dan pengantin wanita. Bentuknya bisa berupa perhiasan emas, rumah, kendaraan dan lain-lain asalkan disepakati oleh kedua belah pihak. Malahan menurut riwayat bahwa Nabi Adam menikahi Siti Hawa dengan mahar membaca sholawat.
Dalil tentang maskawin terdapat dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat (4) yang artinya sebagai berikut : “Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (orang yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan . Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya”.
Pasal 2 ayat (1) UU 1/1974 :Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.
     Nah, sekarang sudah faham kan tentang apa saja RUKUN NIKAH. Aturan yang tercantum dalam rukun nikah tersebut tidak bisa diubah, dikurangi atau ditambah dengan perihal lain. Karena itu sudah merupakan ketetapan. Bila diganti maka pernikahannya akan menjadi tidak sah juga batal.
     Negara Indonesia melalui kementrian Agama memberikan keleluasaan kepada warga negara Indonesia untuk melakukan pernikahan sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
     Dan demikianlah penjelasan tentang rukun nikah ini. Semoga bermanfaat. Lihat juga Contoh foto prewedding untuk pernikahan
     Supaya lebih detail silahkan disimak video penjelasan tentang rukun nikah yang bersumber dari youtube berikut ini :




Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar