Widget HTML Atas

Ayat Alquran yang Sudah Dibuktikan Ilmu Pengetahuan Modern

Ayat Alquran yang Sudah Dibuktikan Ilmu Pengetahuan Modern

Kebenaran Al-Quran sebagai Firman Tuhan dan pedoman hidup manusia sudah banyak dibuktikan oleh manusia. Orang-orang yang menggeluti bidang ekonomi, sosial, sains, biologi, astronomi dan lain-lain sudah banyak menemukan korelasi antara ilmu yang dipelajari dengan ayat-ayat Al Quran yang lebih dulu menjelaskan. Al Qur'an yang diturunkan sejak 15 abad lalu mengandung pedoman hidup untuk manusia sampai akhir zaman. Artinya, isi Al Quran akan terus relevan dipakai sampai masa yang akan datang. Artikel ini akan membagikan informasi tentang beberapa kebenaran Al-Quran yang sudah dibuktikan! Selamat membaca!

1. Manfaat Air Susu Ibu (ASI)

Manfaat Air Susu Ibu
ilustrasi Ibu menyusui bayi


Ternyata manfaat air susu ibu sudah dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran dan dibuktikan oleh ilmu pengetahuan (sains). Sebagaimana kita ketahui, bahwa pemberian ASI kepada anak yang baru lahir sangatlah penting, karena di dalamnya terdapat nutrisi yang baik dan dapat mendukung tumbuh kembang bayi, serta membentuk imunitas tubuh bayi agar tidak mudah terserang penyakit. Berbagai studi ilmiah yang dilakukan para ahli gizi dan kedokteran pun menyimpulkan, bahwa ASI dapat meningkatkan kecerdasan anak. Anak-anak yang di masa kecilnya mendapat ASI yang cukup lebih cerdas ketimbang anak yang tidak mendapatkannya.

Ada batas waktu pemberian ASI sebagaimana yang ditentukan para ulama. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, serta pengetahuan yang bersumber dari Al Quran dan Hadits, menyimpulkan bahwa masa menyusui ibu kepada anaknya paling singkat adalah enam bulan dan paling sempurna adalah dua tahun. Dengan pemberian ASI langsung oleh sang ibu ternyata bisa menanamkan dalam psikologis bayi rasa percaya diri dan rasa kasih sayang yang kelak akan tercermin dalam hubungan sosialnya dengan lingkungan sekitarnya.

Didalam Al Quran Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Baqarah: 233)

Ternyata, tidak hanya bermanfaat bagi bayinya saja, menyusui bayi secara langsung pun bermanfaat juga bagi sang ibu. Di antara faedah menyusui dengan ASI bagi ibu adalah dapat meminimalisasi potensi terkena kanker payudara. Meskipun penyebab kanker payudara sampai sekarang belum diketahui. Namun, para ahli mendapati bahwa semakin perempuan banyak menyusui, ia akan semakin terhindar dari kanker payudara. Manfaat lainnya yang sudah dibuktikan adalah bahwa dengan menyusui bayi, rahim ibu akan cepat kembali ke bentuk semula. Hal ini karena isapan pada payudara dapat mendorong sekresi hormon kelenjar pituitari yang bernama oksitosin, di mana perannya adalah memperkecil rahim dan mengembalikannya kepada keadaannya semula seperti sebelum hamil. Subhanallah! 

2. Terungkap Keajaiban Kurma Tumbuh dalam 5 Fase

Tanaman Kurma Menurut Al-Quran
ilustrasi tanaman kurma


Selama ini kita mungkin mengenai kurma sebatas makanan yang dihidangkan saat berbuka puasa di bulan Ramadhan.Tapi,ternyata kurma memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Kini kurma telah dijadikan sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit. Dan cara mengonsumsinya pun bisa dengan cara dimakan langsung atau dijadikan olahan makanan.

Seperti dikutip dari 'Buku Pintar Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah' karya Dr Nadiah Thayyarah, kurma memiliki segudang keistimewaan, yaitu kurma tumbuh dalam 5 fase! Apakah itu? Berikut ini penjelasannya! 

Didalam Al Qur'an Allah berfirman:

وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا.لِى وَٱشْرَبِى وَقَرِّى عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ ٱلْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِىٓ إِنِّى نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ ٱلْيَوْمَ إإِنسِيًّ

Artinya: "Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: 'Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini." (QS Maryam: 25–26)

1. Fase pertama yang dijalani oleh kurma disebut hababuk atau sadda, yaitu fase di mana terbentuknya butiran-butiran mayang berisi serbuk bunga yang bulat dan rasanya pahit.

2. Kemudian di fase kedua adalah tumbuhnya bakal biji mentah yang mulai tumbuh memanjang, berwarna hijau, dan rasanya pahit menyengat. Bila dilihat bentuk kurma pada fase ini mirip seperti buah kelapa yang masih sangat muda.

3. Fase ketiga, kurma mentah tadi mulai berubah warna menjadi kuning kemerahan dan rasanya mulai berubah manis tapi masih bercampur pahit. Meskipun rasanya yang agak sepet, kurma pada fase ini sudah ada yang menggunakannya sebagai obat

4. Fase keempat, kurma mulai matang dan salah satu sisinya mulai berisi daging buah, berwarna seperti madu, bertekstur lembut, dan rasanya manis seperti gula. Pada fase ini, biasanya kurma mulai dijual belikan, terutama untuk ekspor ke luar negeri seperti Indonesia. Karena dengan tekstur seperti ini tidak membuat kurma terlalu matang saat dalam perjalanan.

5. Fase kelima, kurma matang sepenuhnya, warnanya semakin mencolok, dan kulitnya mengelupas. Dan inilah kurma yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh bangsa Arab. Dan ada juga kurma yang diambil sarinya saja untuk dijadikan obat. Salah satu khasiat sari kurma asli adalah untuk mengobati demam berdarah.

Buah kurma dianggap sebagai bahan makanan yang lengkap. Karena mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan garam mineral yang mmerupakan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Itulah mengapa Rosulullah SAW sering menjadikan kurma sebagai makanan saat berbuka puasa. Karena dengan memakan beberapa butir kurma bisa menjadikan sebagai sumber energi. Sehingga kesehatan dan stamina tubuh tetap terjaga meskipun di bulan puasa.

3. Proses Tumbuh Biji-bijian Telah ada Dalam Al Qur'an

Biji-bijian Menurut Al-Quran
ilustrasi biji-bijian


Biji dalam tanaman memiliki fungsi sebagai alat perkembang biakan tanaman. Sebagian besar makanan pokok manusia berupa biji-bijian seperti beras, gandum dan jagung. Dikutip dari 'Buku Pintar Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah' yang ditulis oleh Dr Nadiah Thayyarah, kata biji-bijian di dalam Alquran disebut sebanyak 12 kali, yaitu:

Allah SWT berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَآءُ  ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 261)

وَعِنْدَهٗ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَاۤ اِلَّا هُوَ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَابِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."(QS. Al-An'am 6: Ayat 59)

وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُ ۖ اَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ

"Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan."(QS. Ya-Sin 36: Ayat 33)

اِنَّ اللّٰهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوٰى ۗ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ۗ ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ

"Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?"(QS. Al-An'am 6: Ayat 95)

يُوْسُفُ اَيُّهَا الصِّدِّيْقُ اَ فْتِنَا فِيْ سَبْعِ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَّأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَّسَبْعِ سُنْۢبُلٰتٍ خُضْرٍ وَّاُخَرَ يٰبِسٰتٍ ۙ لَّعَلِّيْۤ اَرْجِعُ اِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُوْنَ

"Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui."(QS. Yusuf 12: Ayat 46)

Kata "biji" dan "bulir" didalam Al Qur'an, seluruhnya disebut sebanyak 17 kali. Kata "biji" disebutkan lebih sedikit daripada kata "kurma" yang disebut sebanyak 20 kali dalam Alquran. Hal ini dianggap sebagai salah satu mukjizat Alquran, karena menempatkan "biji" pada posisi yang penting sebagai unsur makanan, dan hal itu sejalan dengan prinsip dalam ilmu gizi modern. Dimana gizi yang terkandung dalam biji-bijian merupakan asupan yang baik untuk kebutuhan tubuh manusia. Dan sampai kapanpun itu tidak bisa diabaikan atau ditiadakan. 

Biji-bijian yang merupakan bahan pokok makanan manusia ada beberapa macam. Yaitu, gandum, jelai, beras, burghul (jagung giling kasar), haver (oat), dan jagung. Biji-bijian tersebut kaya akan karbohidrat dengan kadar 70 persen dari bobotnya dan juga kaya akan protein serta rendah kandungan lemaknya. Ilmu gizi modern telah menegaskan pentingnya gandum serta jelai, dan itu sejalan dengan ayat-ayat Alquran. Yaitu, sepanjang sejarah kehidupan manusia tidak bisa terlepaskan dari mengonsumsi biji-bijian tersebut sebagai salah satu bagian penting untuk tetap bertahan hidup. Orang yang kekurangan konsumsi biji-bijian ternyata berpotensi terkena penyakit jantung. Baca selengkapnya

4. Ternyata Tulang Berhubungan dengan Memiliki Keturunan

Tulang Manusia Menurut Al-Quran
ilustrasi tulang manusia


Alquran sebagai pedoman hidup untuk semua manusia berisikan keterangan-keterangan mengenai kehidupan secara keseluruhan. Diantaranya, pengetahuan tentang pentingnya tulang dan beberapa fungsi tubuh manusia. Mungkin zaman dulu ketika sains belum maju seperti sekarang, pengetahuan tentang tubuh manusia masih sedikit sekali informasinya. Tapi, di zaman modern seperti saat ini, dimana teknologi sudah dipakai hampir di semua bidang diantaranya ilmu kedokteran. Keajaiban fungsi-fungsi bagian tubuh manusia bisa diketahui setelah diadakan berbagai penelitian. 

Fungsi dan rahasia kemampuan tulang sebenarnya sudah lebih dulu diterangkan didalam Al Qur'an sebelum adanya sains modern. Sebagaimana dijelaskan dalam buku 'Sains Dalam Alquran' karya Nadiah Thayyarah, ayat Alquran menyebutkan bahwa Nabi Zakaria Alaihissalam memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar diberikan keturunan, walaupun istrinya mandul, dan ia sendiri sudah lemah tulangnya.

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْ بِۢدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا

"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku."(QS. Maryam 19: Ayat 4)

Didalam ayat tersebut dikiaskan tentang adanya hubungan antara tulang dengan produksi anak. Dan berdasarkan penelitian, para ilmuwan menyatakan bahwa tulang memiliki fungsi-fungsi penting sebagai tempat bergantung kehidupan manusia (memori dan emosi). Tulang mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh seperti fosfor dan kalsium, juga mengatur proses distribusinya dengan cara yang dapat menjaga kestabilan detak jantung dan gerakan otot.

Selain itu, tulang memproduksi sel darah merah dan putih sepanjang hidup manusia tanpa henti. Karena itu, kesehatan tulang perlu dijaga dengan baik, caranya dengan rajin berolahraga.

Ilmu pengetahuan modern juga mengungkap bahwa keadaan tulang berpengaruh langsung terhadap sistem saraf. Oleh karena itu, tulang berperan langsung pada kemampuan manusia dalam memiliki anak keturunan. Inilah yang dinyatakan Alquran jauh sebelumnya. Dijelaskan pula menurut sains bahwa tulang sulbi merupakan tempat keluarnya pembuluh darah yang memberikan darah kepada testis dan ovarium.

Pembuluh darah vesticular artery dan ovary artery bermula dari satu tempat antara tulang sulbi dan tulang dada. Terkait temuan secara sains ini sangat relevan dengan ayat-ayat didalam Al Qur'an yaitu: 

Allah SWT berfirman:

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ ۗ 

"Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan."(QS. At-Tariq 86: Ayat 5)

خُلِقَ مِنْ مَّآءٍ دَافِقٍ ۙ 

"Dia (manusia) diciptakan dari air (mani) yang terpancar,"(QS. At-Tariq 86: Ayat 6)

يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَآئِبِ ۗ 

"yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada."(QS. At-Tariq 86: Ayat 7)

Kesimpulan

Artikel ini baru menerangkan sebagian kecil saja kebenaran Al-Quran yang telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan. Karena masih banyak lagi penemuan dalam bidang sains yang ternyata sangat relevan dengan ayat Al-Quran seperti tentang Fenomena luar angkasa yang bisa dibaca dalam artikel

Dan tentunya dengan banyaknya penemuan tersebut telah membuktikan kebenaran Al-Quran sebagai Firman Allah bukan karangan manusia. Wallohu a'lam! Semoga bermanfaat! 

Tidak ada komentar untuk "Ayat Alquran yang Sudah Dibuktikan Ilmu Pengetahuan Modern"