--> Skip to main content

Puluhan Pemotor Hendak Terobos Jalan Tol Binjai-Medan Akibat Banjir

Puluhan Pemotor Hendak Terobos Jalan Tol Binjai-Medan Akibat Banjir



Video banjir di Medan

Tingginya curah hujan yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia selama beberapa hari ini telah membuat beberapa daerah mengalami musibah banjir ringan maupun parah. 

Diawal bulan Desember ini, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) juga mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Akibatnya air sungai di sejumlah kawasan naik hingga merendam pemukiman warga. Bahkan, air juga melumpuhkan akses lalu lintas akibat ruas jalan terendam banjir. Sehingga aktivitas yang biasa dilakukan warga setiap hari terpaksa harus dihentikan. Seperti aktivitas bekerja, berbelanja dan lain-lain. 

Salah satu akses lalu lintas yang lumpuh akibat terendam banjir yaitu jalan dari Kota Binjai menuju Medan. Di kawasan Jalan Gatot Subroto perbatasan Jalan Medan-Banda Aceh, Kampung Lalang, jalan tidak bisa dilalui, air setinggi paha orang dewasa. Akibatnya, warga harus mengungsi dan menyelamatkan keluarga dan barang-barang penting. 

Para pekerja dan warga pengendara sepeda motor dari arah Binjai menuju Medan kebingungan. Berdasarkan akun Instagram @punyabinjaicom, memperlihatkan kondisi banjir tersebut. Tampak beberapa orang berupaya terobos jalan tol agar dapat sampai ke tempat kerja.

Dalam akun Instagram tersebut tampak puluhan pengendara sepeda motor berada di depan Gerbang Tol Sei Semayang. Dalam caption tertulis, "Sungai kampung lalang meluap. Warga Binjai dan warga kilometer tetap semangat bekerja. Pengendara motor maksa untuk masuk jalan tol. Tetap semangat pencari nafkah."

Video tersebut telah memiliki 3.000-an tayangan dan puluhan komentar. Namun, sampai saat ini banjir belum surut dan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait terkait video yang diposting di media sosial Instagram tersebut.

Sementara akun Instagram lainnya, @medanreview memposting kondisi jalan di kawasan Kampung Lalang, juga salah satu akses dari Binjai ke Medan. Dari video tersebut tampak akses jalan lumpuh akibat banjir.

Video yang telah memiliki 14.000-an tayangan dan ratusan komentar ini memperlihatkan air yang merendam kawasan tersebut cukup tinggi. Juga tampak pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya untuk menerobos banjir.

"Pemandangan pagi ini (4/12/2020) di Kampung Lalang, semoga airnya surut," bunyi caption di akun Instagram tersebut.

Seorang warga yang bermukim di Jalan Medan-Banda Aceh, Kilometer 16,5, Fika, mengaku batal pergi bekerja karena takut menerobos banjir. Wanita 22 tahun ini sempat berangkat kerja sekitar pukul 05.00 WIB, namun kembali pulang ke rumah.

Menurut Fika, dirinya sempat hendak menerobos banjir agar sampai ke lokasi kerjanya yang berada di Medan. Namun saat sampai di Kampung Lalang, dan melihat banjir merendam jalan, Fika mengurungkan niatnya dan kembali pulang ke rumah.

"Saya telepon orang di kantor, izin untuk tidak masuk. Saya kirim foto ke mereka, dan mereka mengerti," ujarnya.

Hingga saat ini, banjir tidak hanya terjadi di kawasan Kampung Lalang, sejumlah lokasi di Medan juga mengalami hal yang sama. Di Kecamatan Medan Maimun, Sukaraja, dan Sei Mati, rumah warga yang berada di bantara Sungai Deli terendam banjir akibat meluapnya air sungai.

Ratusan Rumah di Kecamatan Medan Maimun Direndam Banjir Luapan Sungai Deli

Hal senada juga terjadi di daerah lainnya di Sumatera. Warga di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Gang Alfajar, mendadak heboh pada Jumat (4/12/2020). Pasalnya, banjir melanda kawasan bantaran sungai Deli.

Dari informasi, banjir mulai masuk ke permukiman warga pada Jumat dinihari. Hingga kini, banjir setinggi atap rumah warga. Tim Basarnas terlihat berupaya melakukan evakuasi para warga yang masih berada di dalam gang Alfajar.

Sementara di Jalan Utama Katamso, dipadati oleh warga yang menyaksikan proses evakuasi. Warga setempat, Fajar mengatakan bahwa air naik sejak tadi malam.

"Pasti jamnya tidak tahu, tapi sudah naik sejak tadi malam. Hingga kini air masih tinggi," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Lanjutnya, untuk di depan ini saja sudah setinggi atap rumah, perlahan memang sudah mulai turun.

"Ada rumah di bawah, karena lokasinya ini kan menurun. Kalau yang dibawah sudah tidak nampak lah airnya," ungkapnya.

Warga terus melakukan evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Sementara, sebagian warga memilik berenang untuk menyelamatkan diri dan membawa benda-benda yang sangat penting. (Sumber: liputan6. com). 

Oldest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar