Sains Ungkap Keistimewaan Buah-buahan Dalam Alquran

Sains Ungkap Keistimewaan Buah-buahan Dalam Alquran

Buah buahan
ilustrasi buah buahan


Terdapat berbagai jenis buah-buahan yang Allah ciptakan di planet bumi ini. Ada buah yang rasanya pahit, manis, pedas dan juga masam. Ada yang bila dimakan bisa menambah kesehatan, atau ada yang sebaliknya bisa berbahaya atau beracun. Semua itu Allah ciptakan sebagai fasilitas untuk manusia yang hidup di muka bumi ini. Karena manusia dijadikan sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas mengurusi alam sekitarnya supaya bagus dan menghasilkan manfaat. Manusia tidak boleh membuat kerusakan pada alam, yaitu daratan dan lautan. Karena jika alam ini baik akan menjadi timbal balik kebaikan kepada manusia juga. Dan anugerah Tuhan yang ternyata memiliki keistimewaan adalah buah-buahan yang dihasilkan dari tanaman. Seluruh kehidupan manusia amat bergantung kepada apa yang disediakan oleh alam ini. Karena itu, manusia harus bisa menjaga kelestariannya. Salah satunya adalah menjaga kelestarian tanaman buah-buahan. Karena Allah telah memberikan banyak keistimewaan dalam buah-buahan, dan ini telah dibuktikan oleh para ilmuwan sains. Berikut ini adalah beberapa nama buah yang sudah dijelaskan keistimewaannya dalam Al Qur'an serta dibuktikan dengan penelitian ilmiah.

1. Keistimewaan Buah Zaitun Menurut Al Quran dan Sains

Buah zaitun
ilustrasi buah zaitun


Salah satu jenis buah yang memiliki keistimewaan dan namanya disebut dalam Al Quran adalah buah zaitun. Buah ini dikenal memiliki minyak yang sangat berkhasiat. Minyak zaitun bisa dijadikan sebagai bahan untuk memasak, dijadikan sebagai obat herbal, dan campuran produk kosmetik. Tidak hanya minyaknya, tetapi buah buah dan pohon zaitun juga memiliki banyak manfaat yang berguna untuk kehidupan manusia. Penggunaan buah zaitun untuk pengobatan sudah lama dipakai sejak zaman sebelum Rosulullah SAW.Terkait buah zaitun, Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan melalui kitab suci Alquran Surah An-Nur Ayat 35 

Allah SWT berfirman:

اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌ ۗ الْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍ ۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍ ۙ يَّـكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍ ۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۙ 

"Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nur 24: Ayat 35)

Dalam buku 'Tafsir Ilmi Tumbuhan dalam Perspektif Alquran dan Sains' juga mengungkap manfaat buah zaitun. Dijelaskan bahwa bagian awal ayat tersebut banyak dibahas oleh para ulama dan pakar di bidang keagamaan. Kendatipun pada umumnya mereka berpendapat bahwa ayat ini adalah gambaran tentang cahaya hidayah Ilahi, akan tetapi menurut ulama yang memahami ilmu pengetahuan alam seperti fisika dan kimia, menyatakan bahwa kalimat tersebut dapat dikaitkan (diperspektifkan) dengan struktur atom radioaktif.

Zaitun adalah salah satu tumbuhan yang banyak tumbuh di daerah Arab. Tumbuhan jenis perdu ini banyak sekali ditemukan dan tersebar di kawasan sekitar Laut Tengah. Pohonnya memiliki keistimewaan, yaitu dapat berumur panjang dan bisa mencapai ratusan tahun. Dan itulah salah satu keuntungan dari memelihara tanaman ini, karena buah zaitun dapat dipanen dalam masa yang sangat panjang. Dan ini merupakan keuntungan bagi negara-negara yang mengembangkan buah zaitun. Karena permintaan buah zaitun untuk kosmetik dan obat semakin bertambah setiap tahunnya. Mungkin di Indonesia belum bisa memaksimalkan untuk perkebunan zaitun. Karena hanya ada beberapa negara di dunia yang berhasil memproduksi olahan zaitun berkualitas sebagai komoditi ekspor yang menguntungkan negara tersebut seperti Tunisia, Turki, Maroko dan Yunani.

Minyak zaitun juga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki minyak hewani atau nabati lainnya. Misalnya, sebagai bahan campuran makanan, buah zaitun mengandung beberapa unsur yang diperlukan tubuh manusia, seperti protein yang cukup tinggi, zat garam, besi, fosfor, vitamin A , vitamin E dan B. Zaitun juga dipercaya mampu menghaluskan kulit dan karenanya dimanfaatkan dalam industri sabun dan kosmetik. Dalam bidang kesehatan, dengan mengonsumsi minyak zaitun ini diketahui mampu menyehatkan jantung dan pembuluh darah.

2. Alquran dan Sains Ungkap Keistimewaan Buah Delima

Manfaat buah delima
ilustrasi buah delima


Buah yang disebut namanya dalam Al Qur'an dan memiliki banyak keistimewaan adalah buah delima. Delima atau dalam bahasa latin Punica Granatum merupakan tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh setinggi 5 hingga 8 meter. Tanaman ini diperkirakan berasal dari wilayah Iran, tapi kemudian telah menyebar dan dibudidayakan di banyak nnegar, seperti di daerah Mediterania, China Selatan dan Asia Tenggara. mengandung berbagai nutrisi, seperti protein, karbohidrat, serat, dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk vitamin C, vitamin B kompleks, folat, vitamin E, serta vitamin K.

Buah delima juga mengandung aneka mineral, yaitu kalium, magnesium, zinc, dan tembaga, serta kaya antioksidan polifenol dan antosianin. Tak hanya itu, buah delima juga rendah kalori dan lemak, sehingga memungkinkan untuk dikonsumsi setiap hari. Dipercaya kalau buah delima memiliki khasiat untuk mengobati beberapa penyakit berat seperti mencegah penyakit jantung, mencegah kanker, mengurangi kolesterol jahat dan mengurangi risiko penyakit radang sendi

Bual delima ternyata juga disebutkan dalam kitab suci Alquran. Kemudian secara sains, para peneliti dan ilmuwan menyebutkan bahwa delima merupakan salah satu jenis buah yang memiliki banyak kandungan yang bagus untuk tubuh manusia. Dikutip dari Buku Tafsir Ilmi 'Tumbuhan dalam perspektif Alquran dan Sains' 

Dijelaskan bahwa ar-rumman alias buah delima disebut sebanyak tiga kali dalam Alquran, salah satunya pada ayat berikut.

Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً ۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَاَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا ۚ وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَّجَنّٰتٍ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ اُنْظُرُوْۤا اِلٰى ثَمَرِهٖۤ اِذَاۤ اَثْمَرَ وَيَنْعِهٖ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰ لِكُمْ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

"Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-An'am 6: Ayat 99)

Adapun penyebutan delima dalam ayat itu terkait tiga hal sekaligus, yakni indikasi adanya varietas atau kultivar buah, sedekah yang harus ditunaikan setiap kali panen, dan penjelasan tentang keburukan sifat boros. Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan kepada manusia yang mampu berpikir untuk mempelajari tentang buah delima, serta menjadikannya sebagai pelajaran tentang berapa Maha Kuasanya Allah meliputi segala hal yang ada di langit dan di bumi. Buah delima ditemukan tumbuh menyebar di seluruh dunia, mulai China hingga Amerika Serikat. Tidak hanya itu, sesungguhnya Alquran menyebut delima sebagai salah satu buah yang akan ditemukan di surga.

Layaknya kurma dan zaitun, delima banyak digunakan sebagai makanan sehat. Hal ini karena kandungan nutrisi yang dimiliki oleh buah delima sangat ideal sebagai makanan sehat karena kompsisi lemaknya sangat kecil. Delima kaya akan sodium, riboflavin, thiamin, niasin, vitamin C, kalsium, serta fosfor. Karena itu jus buah delima ini banyak disukai di Timur Tengah karena kaya akan antioksidan yang sangat dibutuhkan untuk pertahanan tubuh manusia dari bahaya radikal bebas dan molekul-molekul yang merugikan yang bisa menyebabkan penyakit jantung, penuaan dini, serta kanker. 

3. Sains Jelaskan Fungsi Tumbuhan di Muka Bumi Sesuai dengan Ayat Al-Quran

Tumbuhan padi
ilustrasi tumbuhan padi di sawah


Allah SWT menciptakan mahluk pasti ada manfaatnya. Begitu pula dengan tumbuhan yang ada di muka Bumi ini jumlahnya sangat banyak dan tidak dapat terhitung oleh manusia. Adanya tumbuhan tersebut tentu memberikan fungsi dan manfaat yang sangat penting, baik untuk lingkungan maupun makhluk hidup lainnya. Jenis-jenis tumbuhan pun sangat banyak dan para ilmuwan telah membaginya dalam berbagai kelompok. Ada tumbuhan yang hidupnya di darat seperti pohon pinus, ada juga yang hidup di air misalnya teratai. Pengelompokan tumbuhan secara detail bisa dibaca disini. 

Dalam buku 'Tafsir Alquran Tematik Pelestarian Lingkungan Hidup' mengungkapkan fungsi dan manfaat tumbuhan. Dijelaskan bahwa tumbuhan berfungsi sebagai sumber makanan untuk manusia juga hewan. Baik itu tumbuhan yang hidup di darat atau yang hidup di air bahkan di dalam laut. Kitab suci Alquran secara jelas menerangkannya didalam Surah Abasa Ayat 24–32.

Allah SWT berfirman:

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖۤ ۙ 

"Maka hendaklah manusia itu memerhatikan makanannya," (QS. 'Abasa 80: Ayat 24)

اَنَّا صَبَبْنَا الْمَآءَ صَبًّا ۙ 

"Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit)," (QS. 'Abasa 80: Ayat 25)

ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّا ۙ 

"kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya," (QS. 'Abasa 80: Ayat 26)

فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّا ۙ 

"lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian," (QS. 'Abasa 80: Ayat 27)

وَّ عِنَبًا وَّقَضْبًا ۙ 

"dan anggur dan sayur-sayuran," (QS. 'Abasa 80: Ayat 28)

وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًا ۗ 

"dan zaitun dan pohon kurma," (QS. 'Abasa 80: Ayat 29)

وَحَدَآئِقَ غُلْبًا ۙ 

"dan kebun-kebun (yang) rindang," (QS. 'Abasa 80: Ayat 30)

وَّفَاكِهَةً وَّاَبًّا ۙ 

"dan buah-buahan serta rerumputan."(QS. 'Abasa 80: Ayat 31)

مَّتَاعًا لَّـكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْ ۗ 

"(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu." (QS. 'Abasa 80: Ayat 32)

Sepuluh ayat tersebut mengungkap tentang tumbuhan yang menjadi sumber makanan yang disediakan untuk makhluk hidup di Bumi. Ada beberapa fase yang disebutkan dalam Al Qur'an tentang proses pertumbuhan tanaman yaitu turunnya hujan yang menyirami Bumi dan terbelahnya tanah ketika tumbuhan mulai keluar, sampai akhirnya manusia dan hewan memperoleh makanan. Tanpa adanya tumbuhan pasti manusia dan hewan akan punah.

Manusia memperoleh makanan baik secara langsung dari tumbuh-tumbuhan contohnya buah-buahan seperti apel, pisang, jeruk dan lain-lain. Adapula yang harus melalui proses memasak terlebih dahulu seperti beras, jagung atau sagu. Manusia juga mengkonsumsi makanan hasil dari olahan daging hewan yang sewaktu hidupnya memakan tumbuhan, umpamanya kambing yang dapat hidup karena memakan rrumput Atau adapula sejumlah hewan yang tidak memakan langsung tumbuhan, tetapi daging yang juga berasal dari hewan yang memakan tumbuhan, contohnya adalah singa dan harimau.

Pada manusia, sumber makanan bisa berasal dari tumbuhan dan hewan. Sumber yang berasal dari tumbuhan disebut sumber makanan nabati, sedangkan dari hewan disebut pangan hewani. Dari makanan nabati, umumnya mengandung nutrisi seperti vitamin, karbohidrat, lemak, serat, juga kandungan protein nabati. Sedangkan dari hewan, manusia dapat memperoleh manfaat dari lemak dan juga protein hewani. Itulah mengapa manusia merupakan mahluk yang sangat beruntung karena bisa mendapatkan kebaikan-kebaikan yang terkandung pada tumbuhan juga hewan. Sedangkan, tumbuhan bisa hidup karena menyerap nutrisi yang ada pada saripati tanah, yang kemudian diolah menjadi makanan dengan bantuan air serta cahaya matahari. Proses ini oleh ilmuwan disebut fotosintesis.

4. Alquran dan Sains Jelaskan Buah-buahan Tumbuh dari Hasil Berpasangan

Benang sari dan putik bunga
ilustrasi benang sari dan putik bunga


Tumbuhan berbunga yang sehat akan menghasilkan organ berupa buah. Buah merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah atau ovarium. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Sementara fungsi utama buah yaitu sebagai pemencar biji tumbuhan. Buah merupakan salah satu sumber makanan untuk manusia juga hewan. Tapi, tidak semua jenis buah bisa dikonsumsi, karena ada juga buah yang beracun dan bisa berbahaya bila dimakan. Buah biasanya dilapisi oleh kulit buah. Kulit buah ada yang tipis seperti apel dan pir, ada juga yang berukuran tebal seperti kulit durian dan kelapa.

Mengutip dari buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan, buah dihasilkan melalui proses penyerbukan. Diawali ketika serbuk sari jatuh pada putik bunga yang akhirnya membentuk buah. Proses ini menunjukkan adanya organ jantan dan betina, serta pertemuan antara kedua organ tersebut atau disebut perkawinan. Sebelum sains bisa mengungkapnya, Al Quran jauh lebih dulu memberikan informasi tersebut yaitu terdapat dalam salah satu ayat kitab suci Alquran yang berbunyi: 

Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ مَدَّ الْاَرْضَ وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْهٰرًا ۗ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ جَعَلَ فِيْهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّـقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

"Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 3)

Kalimat berpasang-pasangan sungguh luas sekali maknanya. Tafsir ayat tersebut menyatakan bahwa berpasang-pasangan yang dimaksud adalah jantan dan betina, pahit dan manis, gelap dan terang, besar dan kecil, serta sebagainya. Hal ini juga berlaku pada manusia,hewan serta tumbuhan. Namun pada jenis buah tertentu, proses pembuahan (fertilisasi) dapat dihasilkan tanpa proses perkawinan. Sebagai contoh, di antaranya pisang, jeruk, anggur, dan lain-lain. Meski tanpa proses fertilisasi, jenis buah tersebut juga memiliki karakteristik seksual. Proses pertemuan serbuk sari dengan putik biasanya terjadi dengan bantuan angin atau serangga seperti kupu-kupu dan lebah. Dari hasil perkawinan tersebut akhirnya muncul bakal buah yang kelak akan menjadi buah.

Perkembangan ilmu pengetahuan modern seperti saat ini telah banyak melakukan inovasi dalam perkembangan tumbuhan. Misalnya, mereka berhasil mengawin silangkan pohon yang berukuran kecil dan rasanya asam dengan jenis pohon jeruk yang ukuran buahnya besar dan rasanya manis. Keuntungannya adalah diperoleh varietas baru yaitu pohon jeruk yang berukuran sedang dan rasanya manis. Hal ini tentunya didasari atas pengetahuan tentang sistem perkawinan pada tumbuhan tersebut. Dan pada akhirnya, manusia diuntungkan karena sumber makanan menjadi lebih baik kualitasnya.

Kesimpulan

Allah memberikan fasilitas yang terbaik untuk manusia di bumi. Yaitu disediakannya mahluk lain seperti hewan dan tumbuhan yang bisa menunjang kehidupan manusia. Dengan syarat manusia harus menjaga kelestarian binatang, tanaman serta lingkungan tempat tinggalnya. Tumbuhan memiliki banyak manfaat, yaitu sebagai bahan makanan yang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dan adapula tumbuhan yang memiliki khasiat untuk mengobati penyakit yang diderita oleh manusia. Karena itu, sudah seharusnya manusia mensyukuri segala pemberian Tuhan ini. Semoga bermanfaat! 

Tidak ada komentar untuk "Sains Ungkap Keistimewaan Buah-buahan Dalam Alquran"