Cara Memilih Voer Burung Terbaik Untuk Burung Kicauan

Cara Memilih Voer Burung Terbaik Untuk Burung Kicauan

Cara memilih voer burung
ilustrasi voer burung


Voer merupakan salah satu jenis pakan burung yang biasa diberikan oleh pemilik burung. Selain voer, ada juga jenis makanan lain untuk burung peliharaan yaitu biji-bijian, jangkrik, ulat hongkong, kroto, buah-buahan dan sayuran. Orang yang memelihara burung kicauan biasanya memberikan variasi makanan tersebut. Hal ini dilakukan supaya kebutuhan nutrisi untuk kesehatan tubuh burung tetap terjaga. Dan staminanya tetap baik meskipun kadang mengalami perubahan cuaca yang tiba-tiba. Tapi, sebaiknya dalam pemberian makanan untuk burung harus diperhatikan kualitas pakan tersebut. Supaya burungnya memiliki mood makan yang bagus dan makanannya pun tidak berbahaya untuk kesehatan tubuh dan kualitas suara burung. Artikel ini akan memberikan informasi tentang cara mengetahui pur ( voer) burung yang bagus dan jelek. Sehingga nantinya para kicaumania bisa memilih voer yang bagus dan cocok diberikan kepada burung yang dipeliharanya. Selamat membaca! 

1. Kemasan/Bungkus Voer Rapi 

Hal pertama ketika membeli voer burung ialah dengan memastikan kemasannya masih rapi, tidak kempes, dan tidak sobek. Sebaiknya berhati-hati bila menjumpai bungkus voer yang kempes. Ada kemungkinan pur tersebut merupakan stok lama (kedaluwarsa) atau tertumpuk pakan lainnya. Selain itu, kemasan yang kempes atau terdapat lubang, bisa saja kemasukan udara atau air. Dan kemungkinan udara didalam kemasan tersebut akan menjadi lembab, tentu saja bisa mengakibatkan kualitas voer menjadi rusak dan sudah tumbuh bakteri atau jamur.

Voer burung dalam kemasan
ilustrasi kemasan voer burung


2. Warna Voer Burung yang Bagus

Sebenarnya untuk warna voer burung tidak menjamin kualitasnya baik/buruk. Karena fungsi warna pada voer hanya sebagai variasi supaya terlihat menarik saja. Namun, umumnya orang lebih memilih voer berwarna cokelat, kuning, dan hijau. Mungkin karena sudah terbiasa membeli jenis tersebut, atau karena burung yang dipeliharanya lebih suka voer dengan warna tersebut. Tapi, sebaiknya anda mencoba-coba terlebih dulu dengan cara mengganti-ganti pemberian voer dengan warna lainnya. Kemudian anda perhatikan, voer manakah yang disukai burung dan juga terlihat bagus dalam perkembangan kesehatan tubuh dan kualitas bunyinya.

3. Kandungan Nutrisi Voer

Ketika membeli pur burung, pilihlah yang memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan bagus untuk tumbuh kembang burung yang dipelihara. Pastikan voer tersebut mengandung protein, vitamin serta zat-zat lainnya yang baik untuk perkembangan burung. Karena makanan yang bergizi dibutuhkan burung untuk kesehatan tubuh, memperindah bulu burung, memperkuat ketahanan tubuh terhadap penyakit, dan membuat suara burung menjadi bagus dan gacor.

Kandungan nutrisi voer burung
ilustrasi voer


4. Memeriksa Tanggal Kedaluwarsa Voer

Disarankan untuk anda setiap akan membeli sebuah produk sebaiknya melihat tanggal kadaluwarsa yang tertera pada kemasannya. Keuntungannya adalah dapat terjamin bahwa voer tersebut masih bagus untuk diberikan kepada burung, dan kandungan gizinya tidak rusak karena terlalu lama (basi). Setiap produsen makanan biasanya meneliti seberapa lama waktu bertahannya suatu produk agar tetap aman saat dikonsumsi. Selanjutnya mereka akan menetapkan batasan waktu pakan tersebut tetap bisa diberikan untuk makanan burung. Dan mencatatkan tanggal kadaluarsa dalam bungkusnya. Karena itu, jangan pernah memberikan makanan yang sudah kadaluwarsa karena dapat berbahaya bagi kesehatan, misalnya menyebabkan keracunan bahkan kematian.

5. Jangan Mencampur Buah dengan Voer

Mungkin sekilas terlihat baik dengan mencampurkan buah dengan voer. Misalnya, supaya burung mendapat variasi rasa dari makanannya. Tapi kandungan air yang banyak pada buah-buahan bisa membuat pur menjadi basah. Dalam kondisi basah, biasanya memicu tumbuhnya bakteri dan jamur pada makanan tersebut. Dan bila dikonsumsi oleh burung akan berbahaya bagi kesehatannya. Karena itu, pemelihara burung sebaiknya memisahkan wadah untuk voer dan untuk buah-buahan. Dan selalu rajin memeriksa kondisi voer agar tetap kering. Bila terlihat basah, maka jangan ragu untuk membuangnya, mengeringkan tempat makan burung kemudian membsri voer baru yang kering. 

6. Jangan Pilih Voer Warna Terang atau Cerah

Ada baiknya untuk tidak membeli voer yang berwarna terang. Karena ada kemungkinan voer tersebut diberi pewarna tekstil. Pewarna tekstil adalah salah satu zat yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh mahluk hidup seperti manusia dan hewan. Karena pewarna tekstil merupakan senyawa kimia yang bila ada dalam makanan bisa menyebabkan penyakit kanker. Lebih baik menggunakan voer yang berwarna alami yaitu kuning, coklat atau kemerahan. Karena jenis tersebut biasanya dibuat tanpa memakai pewarna pakaian (sintetis). Karena zat pewarna bisa berbahaya terhadap kesehatan tubuh juga kualitas suara burung/kicauan.

7. Periksa Aroma Voer Burung

Sebelum memberikan voer kepada burung sebaiknya pemelihara burung mencium dulu aroma voer. Bila tercium bau busuk atau bau cat, sebaiknya dibuang saja. Jangan lantas anda memberikannya kepada burung peliharaan. Karena pur yang memiliki bau tidak sedap sudah pasti kandungan nutrisinya telah rusak dan tidak bagus lagi untuk dimakan. Dan bila dikonsumsi bisa menyebabkan burung menjadi sakit pada sistem pencernaannya. Bila hal ini terjadi maka sebaiknya anda memberikan ramuan jahe yang bisa mengobati masalah pencernaan pada burung. Informasi lengkap khasiat jahe bisa dibaca pada artikel berikut ini: 

8. Jauhkan Wadah Pakan dari Tempat Minum Burung

Didalam sangkar burung, letakkan wadah pakan dan minuman secara berjauhan. Tujuannya agar pakan tidak terkena cipratan air minum yang membuatnya cepat berjamur. Misalnya anda bisa menaruh tempat voer dekat tempat bertenggernya burung sedangkan wadah air minum disebelah arah berlawanannya. Gantilah air minum setiap hari sekali, karena biasanya air minum sudah agak kotor tercampur sisa-sisa voer yang ada di paruh burung. 

9. Wadah Voer Harus Selalu Kering

Sebagaimana dijelaskan diatas, bahwa untuk menjaga kualitas nutrisi makanan, maka voer harus selalu dalam keadaan kering. Seumpamanya didapati voer dalam kondisi agak basah (lembab), maka sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Dan sebelum menaruh voer, pastikan wadahnya dalam keadaan kering. Biasanya penyebab pur dan wadah pur basah adalah karena cipratan air minum atau cipratan air ketika burung mandi/dimandikan.

10. Berikan Banyak Voer Sekaligus Dalam Wadah

Sebaiknya pemelihara burung mengetahui jenis voer seperti apa yang disukai oleh burung yang dipeliharanya. Mengingat banyaknya jenis voer yang beredar di pasaran/toko burung, maka untuk pemula sebaiknya mencoba satu persatu jenis voer tersebut. Caranya dengan memberikan voer dalam wadah makan burung sampai penuh. Bila terlihat pur tersebut habis, maka disimpulkan kalau burung tersebut menyukainya. Selanjutnya, anda bisa memberikan jenis voer tersebut sebagai bahan makanan sang burung. Tapi, bila dalam satu hari voer masih banyak tersisa dalam wadah pakan, itu artinya burung tidak menyukainya. Segera ganti dengan merk dan jenis yang berbeda sampai didapati voer yang disukai oleh burung yang sedang dipelihara. 

11. Sesuaikan Komposisi Voer Burung dengan Extra Fooding

Kandungan gizi dalam pakan burung (voer) harus diperhatikan. Biasanya voer burung mengandung nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, hingga asam amino. Apabila jumlah kandungan nutrisi terlalu tinggi, maka sebaiknya turunkan porsi pemberian extra fooding (EF). Sebab, hal tersebut dapat membuat burung kegemukan.

Sebaliknya, jika kandungan nutrisi pada voer terbilang rendah, maka untuk mendapatkan porsi yang ideal, anda bisa mengimbanginya dengan pakan tambahan EF (Extra Fooding) berupa jangkrik, kroto, ulat kandang, ulat hongkong, cacing, dan lain-lain. Pemberian extra fooding (pakan tambahan) tidak selalu harus setiap hari. Anda bisa memberikannya misal 2 atau 3 hari sekali tergantung kebutuhan nutrisi untuk burung.

12. Kandungan Lemak pada Voer Burung

Dalam voer burung terdapat beberapa jenis nutrisi termasuk diantaranya lemak. Memang kandungan lemak pada makanan dibutuhkan untuk kesehatan tubuh. Tetapi, sebaiknya kandungan lemak dalam voer dipilihkan yang porsinya cukup. Karena apabila kandungan lemaknya berlebihan, maka dapat membuat burung menjadi malas dan sering tidur. Akibatnya burung jadi jarang bunyi alias tidak gacor. Kebanyakan lemak juga akan menyebabkandan obesitas atau kegemukan.

13. Pilih Merek Voer Burung yang Sudah Teruji Klinis

Merek voer burung saat ini sudah banyak ditemui di penjual pakan burung. Dari sekian banyak tersebut, ada yang racikan sendiri dan adapula yang merupakan produksi perusahaan. Dalam membeli voer burung, disarankan dari produsen yang telah jelas dan teruji klinis. Anda bisa mengetahuinya dari kemasan voer. Dimana dalam kemasan dicantumkan nama produsen, alamat, komposisi voer, ijin usaha, kandungan nutrisi voer dan tanggal kadaluwarsa. 

Ciri-ciri Voer Burung yang Tidak Layak untuk Diberikan

Setelah mengetahui cara memilih voer burung yang bagus, anda juga harus memahami ciri voer yang kurang bagus atau tidak layak dimakan burung. Voer menjadi tidak layak untuk dikonsumsi burung bisa disebabkan banyak hal. Karena cuaca, karena tercampur air atau penyebab lainnya. Berikut ini adalah ciri-ciri voer yang tidak layak dan dianjurkan tidak diberikan kepada burung.

1. Teksturnya Lengket

Butiran voer burung saling menempel atau lengket menunjukkan kalau voer dalam kondisi lembab. Voer seperti ini biasanya berpotensi membuatnya jamuran. Maka demi kesehatan tubuh burung sebaiknya voer yang sudah lengket dibuang lalu diganti yang baru dan masih kering.

2. Warna Voer Berubah

Perubahan warna voer burung harus selalu diperhatikan, jika warnanya berubah menjadi lebih gelap maka segera ganti dengan voer yang baru. Biasanya voer burung yang sudah berubah warnanya kandungan gizinya pun sudah rusak. Dan tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

3. Kondisi Voer Kotor

Voer yang tampak kotor karena terkena debu juga sebaiknya tidak diberikan ke burung. Pasalnya, debu bisa mengandung penyakit dan butiran yang tajam. Begitu pula bila air minum kotor karena debu, maka harus diganti. Dikhawatirkan bisa mengganggu sistem pernapasan dan pencernaan burung.

4. Voer Jamuran

Bagian luar voer ditumbuhi jamur berwarna hijau. Artinya, Anda harus segera membuang seluruh voer tersebut. Meski yang jamuran cuma bagian luarnya, tapi bagian voer yang lain sudah terkontaminasi jamur. Jangan pula untuk mencuci wadah pakan sampai bersih sebelum kembali memberikan voer. Supaya tidak ada sisa-sisa jamur dalam wadah voer.

5. Aroma Voer Menjadi Bau Menyengat

Jika sudah terkontaminasi bakteri, biasanya aroma voer burung akan menjadi bau menyengat dan tidak seperti biasanya. Penyebnya bisa karena kemasan yang rusak saat membeli, voer sudah kadaluwarsa, atau karena anda meletakkan voer di tempat yang lembab.

6. Banyak Kutu atau Hewan Kecil

Segera buang voer yang di dalamnya sudah dihuni banyak kutu atau hewan kecil lainnya. Karena bisa sangat berbahaya untuk kesehatan burung bila sampai termakan. Atau burung menjadi stress karena tidak nyaman melihatnya.

7. Voer Lembek atau Lunak

Terkadang Anda akan menjumpai voer yang lembek dan lunak. Padahal, seharusnya voer harus dalam keadaan kering dan tidak lembek. Biasanya ini disebabkan penyimpanan yang tidak benar. Misalnya disimpan ditempat lembab, terkena air hujan atau voer sudah lama.

Kesimpulan

Pemberian pakan (voer) secara benar dan porsi yang pas akan membuat kondisi kesehatan burung terjaga. Burung menjadi sehat, lincah dan rajin berbunyi (gacor). Karena itu, jangan menganggap sepele untuk kualitas pakan burung. Karena jika tubuhnya sehat, maka bulu burung akan bagus dan suara burung juga akan bagus. Carilah pakan voer yang disukai burung dan juga memiliki kandungan nutrisi yang baik. Semoga bermanfaat!

Baca juga Pantangan dan Perawatan Burung Mabung Agar Lancar Prosesnya

Tidak ada komentar untuk "Cara Memilih Voer Burung Terbaik Untuk Burung Kicauan"