--> Skip to main content

Memelihara dan memandikan burung yang benar di musim panas atau hujan

Memelihara dan memandikan burung yang benar di musim panas atau hujan

Memandikan burung yang benar
foto memandikan burung dengan sprayer


     Memandikan burung kicau memang terlihat sebagai perkara yang mudah dilakukan. Tetapi siapa sangka masih banyak yang keliru dan tidak memahami cara memandikan burung yang benar. Sebenarnya metode pemandian burung itu gampang. Tidak serumit melakukan metode penelitian, yang penuh dengan teori. Karena, metode pemandian burung selama yang saya ketahui, hanya ada dua, yaitu metode mandi dalam keramba dan metode mandi dengan disemprot. Namun, hal yang terjadi, kebanyakan pemilik burung terutama pemula tidak memerhatikan metode pemandian yang cocok dengan burungnya. Untuk mengetahui metode mandi mana yang cocok dengan si burung, maka bisa melakukannya dengan dua cara.

Pertama, ketika burung itu kita beli dari orang lain dan sudah bukan anakan. Kita harus menanyakan kepada pemilik sebelumnya, metode mandi apa yang digunakan pada burung tersebut, dengan disemprot atau mandi di keramba.

Kedua, ketika kita memiliki burung yang masih dalam anakan. Biasakan memandikan burung tersebut hanya dengan satu metode saja. Setidaknya harus komitmen, jangan diganti-ganti metode pemandiannya. Alasannya adalah ketika burung tersebut sudah nyaman dengan metode mandi yang sudah sering dilakukan, lalu ganti metode, bisa menyebabkan si burung tersebut enggan untuk mandi atau bahkan burung tersebut dapat mengalami kondisi yang stress.

Ketiga, tidak melepaskan makanan. Sebenarnya melepaskan makanan dari sangkar merupakan hal yang sepele, tetapi memiliki efek yang dapat berpengaruh pada burung. Apabila makanan yang ada di dalam sangkar tidak dilepas, kemudian burung dimandikan dengan cara disemprot, sudah pasti makanan burung akan terkena air. Dan, ketika sudah terkena air, makanan akan menjadi basah. Sehingga, makanan tersebut sebenarnya sudah tidak layak buat dimakan oleh burung.

Keempat, tidak memperhatikan waktu. Banyak pemelihara burung yang masih asal dalam memilih waktu untuk memandikan burung. Waktu yang paling baik untuk memandikan burung adalah saat matahari mulai bersinar. Tapi jangan terlalu siang, burung nanti jadi kepanasan dan tidak merasa nyaman. Cuaca juga harus masuk pertimbangan. Kita hanya boleh memandikan burung saat cuaca cerah. Hindari memandikan burung pada waktu mendung, karena kita tidak punya waktu untuk menjemur burung setelah mandi.

Cara melatih burung mandi di keramba dan bak mandi semua jenis burung

Burung mandi di keramba
foto burung mandi di keramba


     Mandi merupakan hal alami harus dilakukan oleh burung untuk kebersihan tubuh dan bulunya. Ketika di alam liar, burung akan mandi sendiri disungai, di rawa-rawa dan juga tempat lainnya yang memiliki air yang cukup buat mandi. Dan memang bila diperhatikan, burung sangat menyukai aktivitas mandi dan bermain air. Mungkin mereka merasa segar ketika air membasahi bulu-bulu dan badan mereka. Dengan mandi, bulu burung akan menjadi bersih dari kotoran dan debu. Dan hal tersebut tidak jauh dengan manusia yang ingin tubuhnya bersih dan segar.

     Banyak sekali keuntungan burung yang mandi. Diantaranya adalah, setelah burung mandi, maka biasanya dia akan merapihkan bulunya atau bersolek hingga bulunya yang kusut akan menjadi rapih kembali. Kenapa bulu burung selalu rapih dan berkilau, jawabannya adalah ketika bersolek, paruhnya akan menempel pada bagian Bruntu ( Uropygial ) untuk mengambil kelenjar minyak. Setelah kelenjar minyak di dapatkan, selanjutnya dioleskan kebulunya menggunakan paruhnya. Itulah yang membuat bulu burung selalu terlihat mengkilap. Ketika bulu tubuhnya sudah mengering dan rapih kembali, maka burung akan menjadi rajin berkicau.

     Tidak seperti ketika hidup di alam liar, dimana burung selalu mandi dimanapun, untuk burung peliharaan perlu adanya campur tangan pemilik untuk proses mandi burung. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk memandikan burung. Dan tips ini bisa dipakai untuk semua jenis burung. Selamat membaca! 

1. Melatih dengan semproten air (Sprayer)

Memandikan burung pakai sprayer
gambar memandikan burung pakai sprayer


     Adakalanya burung yang baru diadopsi tidak mau mandi sendiri. Selain itu, burung yang baru dibawa pindah ke lokasi yang baru juga bisa jadi belum mau mandi sendiri meskipun anda sudah siapkan tempat mandi (keramba) didalam sangkarnya. Nah, jika burung peliharaan anda belum terbiasa mandi sendiri di keramba, maka untuk melatihnya bisa dengan cara memancingnya, yaitu memasukan bak mandi ke dalam sangkarnya yang di sisi air secukupnya. Setelah itu, pada bagian dada dan kaki burung di semprot dengan semprotan air untuk memancing burung mau mandi sendiri di bak yang telah di sediakan, dan biasanya cara ini cukup efektif untuk mengatasi burung agar mau mandi sendiri untuk membersihkan badannya.

2. Mandikan burung menggunakan air dingin

     Cara melatih burung agar mau mandi sendiri di keramba selanjutnya adalah dengan memakai air dingin. Caranya adalah dengan memasukan air dingin yang di ambil dari lemari es ke dalam bak mandi atau keramba. Berikutnya semprot kaki burung menggunakan air dingin untuk merangsang burung mau mandi. Nah, biasanya dengan cara ini burung akan mau mandi di keramba/ bak mandi yang telah di sediakan. Atau anda juga bisa mengakalinya dengan cara menyimpan air dingin di cepuk minumnya, namun cara ini hanya bisa dilakukan untuk burung kenari, gelatik wingko, ciblek, burung pleci dan burung kecil lainnya. Untuk jenis burung selain itu sebaiknya menggunakan cara menyemprot air dingin ke kakinya saja.

3. Didekatkan kepada burung yang sedang mandi

     Tips selanjutnya ialah dengan memancing burung supaya tertarik untuk mandi dengan cara didekatkan pada burung lain yang sedang mandi. Dekatkan burung anda dengan burung sedang bersiap-siap mau mandi. Jangan lupa pastikan keramba berisi air sudah juga tersedia dalam sangkar burung milik anda. Dengan cara ini biasanya burung akan tertarik sehingga mau mandi di dekat burung yang sedang mandi tersebut. 

Tips memandikan burung yang benar untuk pemula

     Banyak cara yang dapat dilakukan oleh pemilik burung dalam memandikan burung peliharaannya. Seperti memandikan burung dengan cara disemprot pakai sprayer, atau dengan cara ditempatkan di keramba mandi atau cepuk berisi air. Semua cara memandikan burung tersebut memiliki dampak positif untuk kesehatan burung, terutama untuk menjaga kondisi tubuh dan membersihkan bulu-bulu dari kotoran yang berpotensi menjadi penyakit. 

1. Jangan mandikan burung menggunakan air hangat

     Meskipun mandi banyak manfaatnya, tapi jangan sekali-kali anda memandikan burung menggunakan air hangat. Hal ini dilarang karena air hangat dapat menghilangkan lapisan minyak pada bulu burung yang dapat mengakibatkan bulu-bulu burung cepat kering dan kusam yang nantinya dapat memicu rasa gatal dan perilaku aneh, yakni burung mencabuti bulunya sendiri. Serta bisa mengakibatkan kerontokan pada bulu burung. 

2. Menggunakan sprayer dengan benar

     Sprayer adalah salah satu alat yang bisa digunakan untuk mempermudah memandikan burung. Tapi, perlu kehati-hatian dan teknik tertentu dalam menggunakan sprayer atau penyemprot ini. Ketika memandikan burung sebaiknya atur sprayer agar mengeluarkan air secara lembut seperti kabut. Jangan menyetelnya pada posisi keluar air yang besar, karena bulu burung tidak akan basah secara merata. Disarankan untuk tidak mengarahkan sprayer ke bagian wajah burung, karena bisa mengakibatkan air masuk ke bagian pernafasan burung dan menghalangi keluar masuknya udara untuk pernafasan.

Ramuan alami untuk memandikan burung kicau

     Tahukah anda bahwa ada beberapa ramuan yang bisa dipakai untuk memandikan burung, supaya tubuh dan bulu burung lebih bagus dan sehat? Jika mandi dengan hanya air saja sudah banyak manfaatnya, tentu menambahkan ramuan atau bahan alami pada air mandi burung akan menambah lebih banyak khasiatnya lagi. Lalu bahan alami apa sajakah yang bisa digunakan sebagai treatment untuk burung? Berikut ini adalah jawabannya: 

1. Air rebusan daun sirih

     Memandikan burung peliharaan bisa dilakukan menggunakan air rebusan daun sirih. Manfaat air rebusan daun sirih adalah sebagai bahan alami/herbal yang dapat membunuh atau menghilangkan kutu yang menyerang burung peliharaan. Sedangkan untuk caranya adalah dengan memasukkan 30 lembar daun sirih yang sudah dipotong-potong ke dalam panci. Setelah itu, masukkan air bersih +/- 5 liter, kemudian panaskan hingga air di dalam panci tersisa setengah kemudian diamkan sampai dingin. Selanjutnya, saring dan masukkan kedalam alat penyemprot (sprayer). 

     Penyemprotan air rebusan daun sirih kalau bisa jangan setiap hari karena biasanya bulunya malah menjadi lengket. Anda bisa melakukan cara ini maksimal 2 minggu sekali. Jangan lupa untuk menyemprotkan juga air rebusan daun sirih ini pada sekeliling sangkar supaya kutu-kutu bisa hilang.

Daun sirih
gambar daun sirih


2. Air rebusan daun pandan

     Bahan alami berikutnya yang bisa digunakan untuk memandikan burung adalah daun pandan. Memandikan burung menggunakan air rebusan daun pandan dipercaya dapat memberikan kesegaran pada tubuh burung . Hal ini dikarenakan aroma daun pandan yang wangi membuat burung menjadi nyaman.

     Untuk mendapatkan ramuan ini caranya adalah dengan merebus beberapa lembar daun pandan menggunakan 2 liter air. Masak sampai tersisa airnya setengahnya. Dinginkan dan saring, kemudian masukkan kedalam sprayer dan semprotkan ke bagian tubuh burung, tak perlu ke bagian sangkarnya.

3. Air rebusan daun sirih dan kemiri

     Air rebusan daun sirih yang dipadukan dengan kemiri dipercaya dapat mengatasi burung mabung. Sebagaimana disebutkan diatas tentang manfaat air rebusan daun sirih yang bisa membasmi kutu, kemiri juga merupakan bahan alami yang biasa dipakai untuk mengatasi kerontokan rambut pada manusia. Nah, campuran kedua bahan alami tersebut akan sangat bermanfaat untuk kesehatan bulu burung serta pertumbuhan bulu burung yang sebelumnya rontok (mabung) agar tumbuh kembali. Tak hanya itu , kemiri mengandung vitamin E yang sangat baik untuk merawat bulu burung yang baru tumbuh. Untuk memperoleh ramuan ini adalah dengan cara merebus daun sirih seperti pada poin 1 yang ditambah dengan kemiri yang sudah ditumbuk halus. Rebus kedua bahan tersebut sampai tersisa setengah, dinginkan, saring kemudian gunakan untuk menyemprot burung (memandikan). 

4 . Air bekas cucian beras

     Air bekas cucian beras atau tajin dipercaya dapat membantu menghilangkan kutu yang menempel pada bulu-bulu burung. Namun, penggunaan air bekas cucian beras tidak bisa langsung menghilangkan kutu, tetapi hanya melepaskan cengkeraman kutu dari lapisan bulu atau kulit burung. Jika tidak segera dibantu dengan merapikan bulu (didis), maka kutu -kutu tadi dapat kembali menempel pada kulit maupun bulu burung. Cara mendapatkan bahan ini cukup mudah, yaitu ketika istri anda mencuci beras, maka tampunglah air dari bekas cucian beras yang berwarna putih tersebut. Kemudian masukkan kedalam sprayer dan bisa digunakan. Tapi, sebaiknya jangan terlalu sering memakai ramuan ini, karena bisa mempengaruhi keindahan bulu burung secara alami.

5. Campuran air bekas cucian beras dan bunga

     Air bekas cucian beras dapat dipadukan dengan berbagai tanaman alami agar kutu di dalam bulu burung cepat hilang. Beberapa tanaman alami yang bisa dimanfaatkan bersama air tajin tersebut di antaranya bunga mawar merah, bunga mawar putih, bunga melati, daun kelor, dan daun pandan. Cara meramunya adalah dengan meremas-remas tanaman tersebut, kemudian dicampurkan ke dalam air bekas cucian beras yang masih berwarna putih kental. Selanjutnya, burung dimasukkan ke ramuan tersebut secara perlahan sambil dibersihkan bagian bulu ujung kepala, sayap, hingga ekor. Usap-usap perlahan dengan lembut supaya kutu-kutunya bisa terbawa dan lepas dari burung.

Memandikan burung di wadah
poto memandikan burung


6. Air lidah buaya

     Air lidah buaya atau gel lidah buaya merupakan obat herbal untuk burung yang dapat menghentikan pendarahan, menghilangkan racun, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menghilangkan kutu, dan mengatasi burung yang mencabuti bulunya sendiri. Caranya adalah, anda cukup mengisi toples kaca dengan 1 liter air aquadest distilata (bisa dibeli di apotek atau toko kimia). Kemudian, masukkan potongan daging lidah buaya sekitar 115 gram kedalam cairan tersebut dan simpan toples ke dalam lemari es selama 24 jam.

     Air lidah buaya tersebut bisa digunakan untuk pengobatan burung, misalnya dimasukan ke dalam sprayer untuk disemprotkan pada bulu atau kulit burung yang suka menggigit dan mencabuti bulu-bulunya. Cairan ramuan lidah buaya bisa juga dipakai untuk mengobati bagian tubuh burung yang terluka. 

7. Air hujan

     Secara alamiah burung suka mandi dan bermain air hujan. Nah, ternyata air hujan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan mental dan emosional tidak hanya kepada manusia, tapi juga bagi hewan seperti burung. Anda bisa menampung air hujan dalam ember, kemudian gunakan pada pagi hari sebelum atau saat burung dijemur. Semprotkan air hujan tersebut menggunakan sprayer. Caranya semprot di bagian atas burung supaya dia senang karena merasa seperti hujan betulan.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar