Vaksinasi Lansia Akan Dimulai, Dan Warga Satu Dusun Sembunyi di Hutan

Vaksinasi Lansia Akan Dimulai, Dan Warga Satu Dusun Sembunyi di Hutan


Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Lansia Dibuka, Begini Caranya... Lansia akan mendapatkan vaksinasi, pendaftaran akan dilakukan melalui daring. Pendaftaran vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat lansia sudah dibuka secara daring. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, pendaftaran diri peserta dilakukan melalui tautan di laman resmi Kementerian Kesehatan, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Dia mengatakan tautan pada laman resmi Kementerian Kesehatan pada www.kemkes.go.id dan laman resmi KPC-PEN di www.covid19.go.id sekaligus menggantikan tautan yang sempat tersebar di aplikasi pesan singkat WhatsApp.

"Tautan yang tersedia sekaligus akan memperbarui tautan yang ada di masyarakat sejak tadi pagi. Dengan adanya tautan yang baru, tautan yang sudah beredar tidak dapat digunakan lagi.

Menurut dia, Kemenkes memastikan keamanan data masyarakat yang melakukan pendaftaran dalam program vaksinasi Covid-19. "Bagi masyarakat lansia yg sudah mengisi tautan tersebut, tidak perlu khawatir, kami pastikan data dijamin aman tersimpan di Dinas Kesehatan provinsi di tempat peserta tinggal," kata dia.


 

Pendaftaran Vaksinasi COVID-19 pada Lansia Bisa Dilakukan di Website Kemenkes dan KPCPEN

Juru Bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi COVID-19 tahap kedua dengan target lanjut usia (lansia) dilakukan dengan dua mekanisme pendaftaran.

1. Pendaftaran vaksinasi melalui website Kemenkes dan KPCPEN


Menurut Nadia, vaksinasi untuk lansia akan segera dimulai minggu depan. Peserta di atas 60 tahun akan disediakan link untuk bisa mendaftar di website Kemkes.go.id dan covid19.go.id. "Linknya diklik dan di dalamnya akan terdapat sejumlah pertanyaan yang harus diisi," kata Nadia.

Menurut Nadia, bila lansia kesulitan untuk mengisi formulir tersebut, maka ia bisa meminta anggota keluarga untuk mengisi atau pun bisa meminta bantuan ketua RT/RW setempat. 

"Pastikan data yang diisi benar. Kami pastikan data bapak ibu dijamin aman tersimpan di Dinas Kesehatan Provinsi di mana peserta tinggal," ujarnya.

Jika peserta sudah mengisi beberapa pertanyaan yang diajukan di website, maka peserta diminta untuk menunggu karena petugas akan mengatur waktu dan tempat vaksinasi.

2. Vaksinasi Massal

Mekanisme vaksinasi massal oleh organisasi atau institusi yang bekerja sama dengan Kemenkes, baik setingkat provinsi atau kab/kota. contohnya: pensiunan, pensiunan ASN, Akabri, persatuan purnawirawan, dan juga organisasi keagamaan, ataupun organisasi kemasyarakatan lainnya bisa mengajukan vaksinasi massal.

Nantinya, vaksinasi massal ini akan diselenggarakan di fasilitas kesehatan masyarakat, puskesmas, klinik pemerintah dan swasta yang bekerja sama dengan pemerintah.  

"Proses vaksinasi di fasyankes ataupun vaksinasi masal yang bekerja sama organisasi/institusi lainnya harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Peserta harus menggunakan masker, tidak boleh adanya kerumunan, dan dipastikan tenaga vaksinator telah mendapatkan pelatihan," kata Nadia.

Nadia juga menyampaikan, untuk mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), maka peserta akan diberikan kontak person perwakilan KIPI yang berasal dari kab/kota tersebut. Tentunya juga akan dihubungan oleh panitia penyelenggara atau Fasyankes.

Bagaimana pun, lanjut Nadia, meskipun vaksinasi telah dilakukan maka semua orang tetap harus menjalankan protokol kesehatan (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga jarak).

"Kemungkinan terinfeksi virus tetap ada, tapi untuk menderita gejala parah akan semakin kecil dengan vaksin COVID-19. Namun, untuk mencegah penularan, protokol kesehatan tetap harus dilakukan," pungkasnya.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sudah masuk pada Tahap 2 dengan target kelompok lansia usia 60 tahun ke atas dan pekerja publik. Vaksinasi tahap dua dimulai di Jakarta, yang ditandai dengan vaksinasi pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 17 Februari 2021.

Selanjutnya, vaksinasi COVID-19 tahap dua, khusus lansia akan dilanjut ke ibu kota provinsi seluruh provinsi di Indonesia. Namun, fase awal diprioritaskan dahulu di Jawa dan Bali, yang mana lebih dari 65 persen kasus COVID-19 nasional tercatat.

Cara Daftar Vaksinasi COVID-19 Lansia, Lengkap dengan Link di 34 Kota Indonesia  

Sesuai dokumen ada mekanisme pendaftaran dan tautan (link) lengkap pendaftaran vaksinasi lansia di ibu kota provinsi.

1. Melalui fasilitas kesehatan, baik di puskesmas dan rumah sakit

Peserta mendaftar dengan mengunjungi situs resmi Kementerian Kesehatan yaitu www.kemkes.go.id dan sehatnegeriku.kemkes.go.id, serta situs resmi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) di www.covid19.go.id. Di ketiga situs resmi tersebut akan tersedia link atau tautan yang dapat diklik oleh sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia. Di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang harus diisi.

Dalam mengisi data tersebut peserta lanjut usia dapat meminta bantuan anggota keluarga lain atau melalui kepala RT atau RW setempat.  Setelah peserta mengisi data di website tersebut maka seluruh data peserta akan masuk ke Dinas Kesehatan provinsi masing-masing. Selanjutnya Dinas Kesehatan akan menentukan jadwal, termasuk hari, waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi, kepada masyarakat lanjut usia.

2. Melalui program vaksinasi massal organisasi maupun instansi

Organisasi atau instansi dapat bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan untuk melakukan vaksinasi massal untuk peserta lanjut usia.  Organisasi dan instansi yang sudah menjalin kerjasama akan menentukan jadwal, termasuk hari, waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi, kepada masyarakat lanjut usia (lansia).

Tautan Pendaftaran Vaksinasi COVID-19 Lansia

Berikut ini tautan pendaftaran vaksinasi COVID-19 lansia di 34 kota Indonesia yang sudah diperbarui:

  1.  DKI Jakarta dki.kemkes.go.id
  2. Serang serang.kemkes.go.id
  3. Bandung bandung.kemkes.go.id 
  4. Semarang semarang.kemkes.go.id 
  5. Surabaya surabaya.kemkes.go.id 
  6. Yogyakarta yogyakarta.kemkes.go.id 
  7. Denpasar denpasar.kemkes.go.id 
  8. Banda Aceh bandaaceh.kemkes.go.id
  9. Pangkal Pinang pangkalpinang.kemkes.go.id
  10. Bengkulu bengkulu.kemkes.go.id 
  11. Gorontalo gorontalo.kemkes.go.id
  12. Jambi jambi.kemkes.go.id
  13. Pontianak pontianak.kemkes.go.id 
  14. Banjarmasin banjarmasin.kemkes.go.id 
  15. Tanjung Selor tanjungselor.kemkes.go.id 
  16. Palangkaraya palangkaraya.kemkes.go.id 
  17. Samarinda samarinda.kemkes.go.id 
  18. Tanjung Pinang tanjungpinang.kemkes.go.id
  19. Bandar Lampung lampung.kemkes.go.id 
  20. Ambon kotaambon.kemkes.go.id
  21. Ternate ternate.kemkes.go.id
  22. Mataram mataram.kemkes.go.id
  23. Kupang kupang.kemkes.go.id
  24. Manokwari manokwari.kemkes.go.id 
  25. Jayapura jayapura.kemkes.go.id 
  26. Pekanbaru pekanbaru.kemkes.go.id 
  27. Mamuju mamuju.kemkes.go.id
  28. Makassar makassar.kemkes.go.id
  29. Palu palu.kemkes.go.id
  30. Kendari kendari.kemkes.go.id
  31. Manado manado.kemkes.go.id
  32. Padang padang.kemkes.go.id
  33. Palembang palembang.kemkes.go.id 
  34. Medan medan.kemkes.go.id

Tautan di atas adalah tautan yang telah diperbarui. Tautan yang beredar lewat WhatsApp sebelumnya sudah tidak dapat dipergunakan lagi. Bagi peserta yang sudah mengisi tautan sebelumnya, kami pastikan data peserta dijamin aman, sehingga tidak perlu mengisi ulang kembali tautan di atas.

Warga 1 Dusun Bersembunyi di Hutan karena Takut Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Penyebabnya 

Takut divaksin Covid-19, sejumlah warga yang bermukim di Dusun II Batu Putih, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, bersembunyi di hutan.  

Kapolres Alor AKP Agustinus Christmas mengatakan, mereka bersembunyi di hutan karena mendapat informasi hoaks tentang vaksin Covid-19 melalui media sosial.

Dari informasi yang beredar itu, warga pun menjadi panik dan ketakutan. "Mereka sembunyi di hutan karena banyak membaca berita-berita di media sosial dan informasi lainnya sehingga mereka takut," kata Agustinus.

Kata Agustinus, adanya informasi warga bersembunyi di hutan didapat saat anggota Bhabinkamtibmas Aipda Dominggus Bole Dede datang ke desa tersebut dan bertemu dengan perangkat RT.

Setelah mengetahui adanya warga yang bersembunyi di hutan karena takut divaksinasi, pihaknya bersama perangkat RT langsung menemui warga itu.

Mereka kemudian meluruskan infomasi hoaks yang didapat oleh masyarakat dari media sosial.  Setelah mendapat penjelasan, sejumlah warga ada yang memilih kembali ke rumahnya, dan ada sebagian yang masih bersembunyi di hutan.

"Bhabinkamtibmas langsung gerak cepat menjelaskan kepada kepala desa dan beberapa tokoh serta masyarakat, untuk tidak terpengaruh berita-berita hoaks yang beredar," ujarnya.

Agar kejadian serupa tak terjadi, Agustinus berharap kepala desa, puskesmas, dan dinas kesehatan menyosialisasikan informasi soal vaksinasi kepada masyarakat.

Kata Agustinus, Polres Alor selalu bergerak mengedukasi masyarakat.  Saat ini, sambung Agustinus, di 11 kelurahan dan desa di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, telah terbentuk kampung tangguh.

Semua RT dalam wilayah itu siap mendukung upaya dalam penangangan virus corona dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.  "Saat ini diketahui bahwa telah terjadi peningkatan terhadap jumlah pasien yang sembuh berkat adanya support dari masyarakat sekitar," ungkapnya.

Tidak ada komentar untuk "Vaksinasi Lansia Akan Dimulai, Dan Warga Satu Dusun Sembunyi di Hutan"