Hal Gaib Hanya Diketahui Oleh Allah Dan Orang Yang Diridhoi-Nya

Hal Gaib Hanya Diketahui Oleh Allah Dan Orang Yang Diridhoi-Nya

Hal Gaib Hanya Diketahui Oleh Allah Dan Orang Yang Diridhoi-Nya
ilustrasi akhir zaman

Pengertian hal gaib adalah sesuatu yang tidak diketahui oleh manusia misalnya kematian, jodoh, kebahagiaan, kecelakaan dan masa depan. Hal yang disebutkan tersebut sifatnya gaib. Hanya Allah SWT saja Tuhan yang Maha Mengetahui perkara ghaib. Malaikat pun tidak bisa mengetahui perkara gaib kecuali jika diberitahu oleh Allah. Untuk manusia aslinya tidak mengetahui juga tentang hal-hal gaib, dan tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa mengetahuinya atau meramalkan masa depan seseorang karena sifatnya yang gaib tersebut.

Tapi, jika Allah SWT berkehendak memberitahu kepada manusia, maka manusia tersebut bisa tahu hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang. Misalnya para Nabi, Rosul, Waliyullah dan para ulama yang dekat dengan Allah biasanya memiliki keistimewaan 'mengetahui' hal-hal gaib dengan seizin Allah. Berikut ini adalah pengajian Gus Baha (KH Baharuddin Nursalim) yang membahas perkara gaib.

Gus Baha

Nabi Muhammad SAW Mengetahui Perkara Gaib Kematian Sahabat

Ya banyak cerita-cerita. Seperti sayyidina Ali masyhur. Dia mengalami fitnah shiffin dan sebagainya. Kalau perang pede jika ditanya "Kamu tidak takut mati?" "Tidak, mati saya tidak seperti itu." "Tapi kamu tidak takut mati? Fitnah sudah di shiffin?" "Tidak, mati saya tidak seperti itu. Nanti yang kena itu kepala saya sampai tembus ke tengkorak, dan itu ketika sholat subuh. Jadi bukan disitu." Jadi akan meninggal itu sudah tahu, mati saya tidak seperti itu.

Terjadilah ketika beliau sudah saatnya meninggal, akan sholat subuh. Malamnya sudah tak bisa tidur. Semua sifat-sifat malam yang diceritakan Nabi sepertinya ada pada malam ini. Beliau sebetulnya tidak akan berangkat. "Ah, tidak mengimami subuh dulu, sepertinya bermasalah."

Wara wiri keluar masuk, "Tapi kok harus mengimami sholat subuh, karena ya.. ya seperti itu." Ya sudah, akhirnya beliau mengimami sholat subuh dan terjadilah pembunuhan. 

Utsman ya sama seperti itu, ketika beliau perang ya pede saja. Setiap ditanya, "Tidak, mati saya tidak seperti itu, karena sudah diceritakan oleh Nabi, nanti kamu meninggalnya seperti ini."

Lalu ketika beliau dikepung hendak meninggal, "Inilah ajal saya. Memang gambaran kematian saya seperti ini." Akhirnya meninggal.

Fitrah Manusia Tidak Tahu Hal Gaib

Kalau kalian ini Islam asli karena tidak mengetahui hal gaib. Itu asli, orisinil sesuai fitrah. Memang fitrah manusia itu tidak mengetahui perkara gaib. jadi anda masih orisinil, memang betul-betul tidak tahu. Bagus itu, masih orisinal.

Tapi, kamu jangan menafikan yang mengetahuinya. Karena tadi, "Allah itu Dzat yang mengetahui perkara gaib. Dan hal gaib tersebut tidak akan ditampakkan ke siapapun kecuali yang dipilih oleh Allah, tentu termasuk Rosulullah."

Sehingga Rosulullah itu tahu secara detail. Makanya masyhur kan hadits, "Setiap dosa umatku diperlihatkan kepadaku, saya tahu, sampai tahu dosanya orang yang mengotori masjid dengan ingus. Saya juga tahu pahala umatku. Pahala terbesar itu orang yang membersihkan masjid." Baca juga

Tata cara berwudhu

Nabi Memberitakan Kejadian di Akhir Zaman Secara Akurat dan Detail

Sampai Nabi bisa mengatakan nanti di akhir zaman akan ada seperti ini dan ini. Termasuk fitnah akhir zaman, Nabi juga bercerita, nanti ada pasukan bla bla bla, pakai rayah al sauda (bendera hitam).

Ya bermacam-macam, Nabi menceritakan dengan sangat detail tentang fitnah akhir zaman. Besok di akhir zaman zina itu sudah terang-terangan. Sekarang prostitusi sudah terang-terangan. Itu banyak hadits-hadits seperti itu. Termasuk ada hadits, meski tidak ada di kutubus sittah, "Besok di akhir zaman, ulama cuma sedikit, sementara mubaligh banyak sekali."

Kamu mengingkari tidak akan bisa, besok di akhir zaman ulama hanya sedikit, tapi tukang khutbah amat banyak. Sekarang yang terjadi bagaimana? Betul tidak? Nabi mengatakan itu 1400 tahun yang lalu. Tetap diberitahu (ditampakkan). 

Maka mengetahui hal ghaib itu ya boleh, Allah Dzat yang mengetahui hal goib dan tidak menampakkannya kepada yang lain, kecuali kepada orang yang diberitahu. Makanya kamu jangan mengingkari keramatnya wali, hanya karena berdasarkan perkara gaib itu yang tahu hanya Allah. 

Cuma masalahnya orang sekarang itu wali atau bukan, kadang wali tapi versi awam. Kalau banyak yang sowan, bicaranya hati-hati dianggap wali. Padahal dia begitu bodoh. Benar-benar bodoh jika begitu. Tapi saya mau memprotes nanti dikira dengki. Setuju wali, saya tahu bodohnya. Ya sudah biarkan saja nanti mati dengan sendirinya kalau sudah waktunya. Kok repot, nanti jika saatnya pasti mati.

Kisah Sayyidina Husen Cucu Nabi yang Dibunuh di Irak

Jadi ada beberapa contoh dimana Nabi itu tampak tahu. Paling mudah bisa anda lihat di hadits sahih. Itu kelihatan sekali. Misal Irak. Irak itu betul-betul mengerikan. Irak itu bumi yang dilaknati. Karena Babylonia yang menyerang Baitul Maqdis itu ada di Irak. Sehingga dulu sahabat itu sudah menerka bahwa Irak itu tidak akan aman.

Orang Irak itu tidak ada yang jujur. Sayyidina Husen dibunuh di Irak. Sayyidina Ali dibunuh di Najaf. Setelah itu ada pembantaian para ulama era Khalifah Al Makmun. Orang dipaksa mengatakan bahwa Al Quran itu mahluk. Akhirnya banyak pembantaian. Berlanjut ada Dinasti Abbasiyah, Dinasti Fatimiyah. Bermacam-macam sampai sekarang. Terakhir Saddam Husein yang membantai orang Syi'ah dan Kurdi. Ketika Kurdi berkuasa, Saddam pun dibunuh.

Sayyidina Husen Ditipudaya Oleh Orang Irak

Jadi kalau ulama membaca itu ya sudah. Memang di Irak itu penuh goncangan. Lalu Allah ketika membuat nama itu sudah didesain bahwa yang akan terjadi seperti itu. Sayid Husein ketika diminta oleh mereka ke Kuffah. Beliau itu pertama di Madinah, orang Kufah meminta beliau hidup di Kufah. Kata mereka, jika hidup disana engkau akan dihormati. Ada 30.000 orang yang akan membaiat engkau sebagai kholifah.

Dan Sayid Husein percaya itu. Beliau pun berkonsultasi dengan Sayid Abdullah bin Abbas paman beliau. Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib, paman kakek misanan.

Abdullah bin Abbas berkata, "Orang Kufah tidak ada yang benar, kamu pasti akan tertipu oleh mereka." Kata Abdullah bin Abbas.

Sayid Husen sebenarnya tahu, firasatnya tahu akan tertipu. Tapi beliau berkata, "Tapi saya sudah berjanji." Memang para habaib dulu pantang mengingkari janji. Ketika berangkat, setelah mendekati Karbala.

Arti Nama Kota Karbala di Irak

Karbala berasal dari dua suku kata, 'karb' (susah) dan 'bala' (bencana). Sayid Husen pun bertanya, "Tempat apa ini?" "Ini Karbala." Sayid Husen spontan menjawab, "Ini adalah kesusahan dan bencana."

Ternyata pada akhirnya beliau terbunuh disitu (Karbala). Coba, dari dulu namanya sudah Karbala, sebelum peristiwa itupun namanya sudah Karbala. Maknanya ya 'Karb' (susah) dan 'Bala' (bencana). Ya seperti itu. Jadi tidak mungkin jika orang-orang spesial sampai tidak tahu, tidak mungkin. Cuma mereka bisa tahu karena ditampakkan (diberitahu). Mereka tahu tapi karena diberitahu.

Kisah Keramat Imam Ghazali Yang Mengetahui Waktu Beliau Wafat

Cerita para wali itu memang khas betul. Imam Ghazali akan meninggal itu, paginya (hari Kamis) beliau membeli kain kafan. Beli sendiri, tidak menyuruh santrinya. Beli kafan lalu mandi. Ketika sudah masuk subuh hari jumat, adiknya dipanggil, namanya Masyduddin. "Cung sini! Saya selesai sholat, saya rido kepada Tuhan jika harus pindah sekarang." 

Kain kafan diberikan ke adik, setelah mandi dan berzikir, lalu meninggal. Tidak seperti kamu menyusahkan orang. Tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba berangkat, itu tidak sopan namanya. Imam Ghazali beli kafan sendiri, beliau santai saja. Adiknya punya kenangan terakhir, usai subuh Al ghazali berkata, "Sekarang saya sudah ridlo pindah ke alam Malik al mulk, yakni wafat." Lalu kemudian wafat. Tapi tahu karena ditampakkan (diberitahu).

Lha itu orang yang dalam jarak satu hari tidak ada yang terlambat ikut menyolati Imam Ghazali. Karena sudah diberitahu, "Besok datang ya, saya meninggal." Jadi yang jarak sehari pun bisa datang. Yang mengundang pun Imam Ghazali sendiri. Mereka datang tidak terlambat karena sudah tahu. Tapi, ya tadi, bisa tahu karena diberitahu.

Seperti tadi, Allah itu yang paling tahu alam gaib. Dan tidak menampakkan hal gaib tersebut kepada yang lain kecuali yang diberitahu. Nah tentu yang untuk Nabi itu mujma alaih karena ada haditsnya. Yang untuk wali ada yang percaya dan tidak, itukan urusan masing-masing. Saya memilih untuk percaya, karena wali itu kekasih Nya, bisa saja. Karena bagi Allah tidak ada yang mustahil. 

Buktinya seperti kitab Ihya, dikarang oleh Imam Ghazali berapa ratus tahun yang lalu. Itu kenyataannya populer sampai sekarang. Dan itu banyak makalah yang menjadikan beliau keramat sampai sekarang. Orang tahu semua, antar wali tahu.

Seperti ada orang punya uang satu milyar, sedang kamu dua ribu saja tak punya. Mustahil ada orang punya uang semilyar, dua ribu saja susah. Wah ya repot jika dipukul rata begitu. Karena tidak punya uang lalu tidak percaya adanya orang yang punya uang. Saya sampai sekarang seolah tak percaya ada orang punya uang dua milyar, sebab saya tak pernah punya. Tapi karena saya waras, maka percaya bahwa itu memang ada.

Hadits Riwayat Imam Bukhari tentang Penaklukan Konstantinopel

Banyak keramat-keramat seperti itu, kalau saya menyaksikan itu Kitab Bukhori. Saya sering mempelajari Imam Bukhari. Hampir semua yang diriwayatkan imam bukhari dari sabda Nabi itu memang nyata. Dan itu diriwayatkan dengan penuh percaya diri oleh Imam Bukhari sebelum itu terjadi.

Seperti penaklukan Konstantinopel, yang saat hadits itu diriwayatkan masih dikuasai Romawi. Imam Bukhari meriwayatkan itu ya percaya. Lebih hebat lagi Sayyidina Umar, masyhur saya sering ceritakan disini agar semakin membenarkan iman kepada Rosulullah SAW.

Rosulullah Mengabarkan Bahwa Umat Islam Kelak Akan Menguasai Jordania

Nabi itu suka bercanda. Ketika perang Khandaq itu Nabi sangat terdesak. Nabi ketika perang Khandaq dan kaum muslimin kelaparan, Nabi masih sempat becanda begini. Salman akan menghancurkan batu, tidak kuat, lalu melapor pada Nabi, "Ya Rosulullah ini ada batu besar yang palu saya tidak kuat menghancurkannya."

Nabi dilapori seperti itu lalu dihampiri dan mengambil air, diludahi lalu disiramkan. Lalu Nabi mengambil mi'wal (palu) milik Salman dan dipukulkan ke batu tersebut. Lalu muncullah sinar yang sampai ke Turki, sampai istana putih di Jordania. Istana putih dulu posisinya tepat di Jordania, disebut al qashr al baidho.

"Apa yang kamu lihat Salman?" "Itu sinar apa ya Rosulullah?" "Nanti kerajaan umatku akan sampai ke istana putih yang ada di Jordania."

Jordan itu dulu sebutannya indun. Salman percaya saja, dipukulkan lagi sampai ke Turki. Di Jordania itu kata orang Jordan, Philadelphia itu yang asli di Jordan. Yang di Amerika itu tiruan. Memang secara historis itu betul yang asli di Jordan.

Orang munafik pun mengejek, "Muhammad itu semakin menjadi pelamun sejati. Dia saja diperangi orang kafir, sembunyi di balik khandaq (parit) karena saking takutnya, malah bermimpi menaklukkan Romawi. Makin lama makin gila Muhammad itu." Kata orang munafik. Tapi sahabat tetap percaya. Nabi dikomentari begitu tidak kecewa, santai saja, karena beliau memang Nabi.

Kisah Suroqoh Sahabat Nabi Yang Mengenakan Mahkota Raja Romawi

Kemudian ada juga Suraqah, pria bertubuh kecil dan pendek, diajak bercanda oleh Nabi, " Wahai Suraqah, kamu mau mengenakan mahkota raja Romawi?" Suraqah menjawab "Mau ya Rosulullah." "Nanti kamu akan mengenakannya."

Ya sudah begitu. Umar dan semua sahabat mendengar itu karena disampaikan didepan umum. Seiring berjalannya waktu, Nabi pun wafat. Lalu disusul oleh Abu Bakar, negara dipimpin oleh Umar. Akhirnya terjadi, Jordania dan Palestina ditaklukkan oleh Umar. Diantara pasukannya ada Salman Al Farisi. Setelah ditaklukkan, raja kabur dan mahkotanya jatuh. Lalu dipakai oleh Suroqoh, namun tampak jelek dipandang.

Dipakai, dan dipandang oleh Umar, ditertawai karena tidak pantas memakainya. Dipakai kesana kemari, dipakai lalu ingin dimiliki, padahal bertahtakan intan. Lalu Umar berkata, "Wahai Suraqah, lepaskan mahkota itu!" "Lho, Nabi jelas menyuruh saya memakainya, maka ini adalah hak saya." Umar menjawab, "Ya Suraqah, Nabi hanya menyuruhmu memakainya, bukan memilikinya. Dan kamu sudah memakainya, maka lepaskanlah., dijual untuk baitul muslimin."

Coba bayangkan! Nabi di era masih hidup mengatakan sampai begitu detail. Coba andai yang mengatakan itu kamu, pasti Suraqah nya sudah mati, pun keliru juga. Andai Suraqah atau Umar mati, kan tidak jadi ada cerita Suraqah mengenakan mahkota. Ternyata Suraqah masih hidup dan menjumpai cerita ia mengenakan mahkota. Yang kurang pantas tadi, orangnya jelek tidak pantas seperti raja. Tapi sejelek-jeleknya sahabat tetap tampan karena orang Arab. Tapi tidak pas karena pendek.

Semisal hal itu Nabi mengetahui tapi karena diberitahu. Maka Nabi bersabda di hadits sahih, "Saya ditunjukkan bumi mana saja, yang diberikan oleh Allah. Bahkan saya juga tahu nanti akan sampai mana saja kerajaan umatku."

Akhirnya Nabi bisa menceritakan tentang Syam, Jordan dan yang lainnya. Termasuk menceritakan, "Nanti kalian akan menguasai Konstantinopel."

Padahal pada zaman itu Turki dekat dengan Casablanca, yang dekat dengan Spanyol, sudah wilayah barat. Seiring berjalannya waktu, Turki akhirnya ditaklukkan, ada Maghribi dan jadi negara Islam sampai sekarang. Padahal itu diriwayatkan Imam Bukhari tahun 200 Hijriah. Menunggu 600 tahun untuk jadi nyata. Nah itu gaib atau bukan? Gaib, tapi bisa karena di tadi.

Jadi saya minta kalian tidak usah ikut aliran yang macam-macam. Tidak bisa hal gaib itu diketahui selain Allah itu tidak bisa. Ya kalau yang diberitahu ya bisa tau. Cuma masalahnya kita tidak mungkin mengklaim termasuk orang yang diberitahu. Karena mungkin masalahnya kalian bukan wali. Kan mau mengangkat kalian jadi wali itu berat. Berat pokoknya. Tapi ya bisa saja karena Allah kuasa atas segala sesuatu. Diingat ingat ya! 

Ayat Al-Quran Tentang Allah Yang Maha Mengetahui Perkara Gaib

Jadi ayat yang di juz 29 Diantara Allah menyifati Dzat-Nya itu, "Jadi Allah itu Dzat yang mengetahui perkara gaib. Dan perkara gaib itu tidak akan ditampakkan ke sembarang orang. Kecuali orang yang diberi ridho oleh Allah."

Nah 'min rosulin' itu menjelaskan bahwa diantaranya adalah Rosul. Jadi menurut ulama 'min rosulin' itu bukan pembatasan hanya Rosul, bukan.

Termasuk yang diridlai itu diantaranya adalah Rosul. Jadi ada kemungkinan bukan Rosul, tapi kalau dekat Allah bisa diberitahu. Buktinya tadi, ada Waraqah bin Naufal, ada Sayyidina Umar, itu kan bukan Rosul. Tapi pada kenyataannya tau perkara gaib. Jadi itu bukti bahwa yang tahu tidak harus Rosul.

Islam Lebih Cepat Berkembang di Bumi Bagian Timur Dan Barat

Diingat ingat ya! Saya minta kalian harus percaya hadits yang ada di Bukhari. Diantara hadits-hadits itu disampaikan oleh para ulama. Bahwa Nabi jika memuji Islam itu dari timur memang luar biasa, sekarang sudah tampak. Nabi jika membahas Islam itu dari timur sampai ke barat. Kalau barat itu sampai Casablanca (Maroko) dan Turki. Timur sekarang sampai Indonesia.

Kata Imam Nawawi pengarang Kitab Majmu', saya kadang agak kurang percaya, tapi beliau itu ulama. Saya percayai tapi modelnya seperti wali. Maka Islam itu susah berkembang di daerah utara dan selatan. Jadi Islam itu dicap oleh Nabi jika pokoknya tidak ke timur ya barat, timur dan barat. Jadi jarang yang dari sisi utara atau selatan. Andai Imam Nawawi masih hidup akan saya gojlok, "Jelas saja mbah utara selatan itu kutub utara dan kutub selatan tidak ada orangnya."

Karomah Nabi Bisa Mengetahui Ukuran Kota Dengan Benar

Nabi itu memang betul-betul modern. Nabi itu, ada yang menghitung seorang profesor dari Mesir, sekarang orangnya masih hidup. Nabi pernah menebak beberapa kota itu ketika diukur ternyata ukurannya sama persis. 

Itu ketika menghitung luas pintu surga. Pintu surga itu luasnya antara satu kusen dengan kusen yang lain, jarak antara dua kusen pintu surga itu seperti jarak antara Eilat dan Basrah. Pokoknya Nabi menyebut daerah-daerah, kalau bukan Mekah-Eliat ya Mekah-Basroh. Itu ketika dihitung oleh orang sekarang, itu jaraknya sama. Persis sekian ratus kilometer. Padahal Nabi saat mengatakan itu dengan santai saja. Pokoknya gawang surga itu jaraknya antara kota ini dengan ini.

Kota yang disebut itu berbeda-beda, tapi ketika diukur sekarang jaraknya sama. Padahal Nabi itu tidak tahu meteran. Nabi itu kan ummy, ya itu tadi karena diberitahu. Silahkan tanya ilmuwan siapa saja itu tahu, jika antara air tawar dan air asin bertemu pasti ada sekat. Nabi itu tidak tahu karena ummi. Tapi menjadi tau karena diberi tau.

Hadits Nabi Tentang Akan Terjadinya Kekacauan di Syria

Saya kan spesialis belajar kitabul fitan (kitab tentang fitnah akhir zaman). Jelas sekali memang Nabi itu menyebut Syria (Syam). Sekarang yang benar;benar berguncang itu Syam. Syam itu mulai Irak, Lebanon, dan bermacam-macam.

Kalian hitung saja, mulai dari wafatnya Sayyidina Ali di Najaf, Sayyidina Husen di Karbala, lalu tragedi dinasti Abbasiyah, Tragedi khalifah al makmun, lalu terakhir yang paling mengerikan itu tragedi timur lenk. Berikut ini adalah biografi Timur Lenk

Itukan akhirnya membuat kerusuhan juga di Irak. Itu dinasti timur lenk, kerusuhan bermacam-macam. Sebab tadi, Babylonia itu kota sihir. Raja Babylonia inilah yang dulu menghancurkan Baitul Maqdis. Maka diazab oleh Tuhan. Orang Babylonia tidak akan bisa tenang. Maka kata para ulama, jika Irak gonjang-ganjing itu akan sulit dibenahi. Sebab Babylonia itu termasuk kota yang malu'n (terlaknat). Sehingga ulama itu menghindari bertempat di kota Babylonia.

Lalu gonjang ganjing dan fitnah, Nabi memberi isyarat dengan menunjuk Syam. Sekarang pembantaian terbanyak dimana? Di Syria. Nah, jika seperti itu jelas, itu perkara gaib yang Nabi saat masih hidup disebutkan, dan diriwayatkan oleh orang-orang pilihan seperti Imam Bukhari, Abu Dawud dan Nasai. Kemudian itu kita tahu lewat kita belajar. Dan tahu secara nyata itu sekarang terjadi.



Katakanlah Imam Bukhari itu tahun 200 Hijriah, sekarang sudah 1437 H. Nah itu tadi, makanya saya minta jangan hanya membaca, kalau Rosul yang diridhoi oleh Allah itu punya akses menjadi tau hal-hal yang gaib. Wallohu a'lam. 

Berikut ini adalah video pengajian Gus Baha tentang perkara gaib


Tidak ada komentar untuk "Hal Gaib Hanya Diketahui Oleh Allah Dan Orang Yang Diridhoi-Nya"